• Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise
Email Pinterest Linkedin Instagram Twitter Facebook

#SelfTalk Electronic!

Halo, assalamu'alaykum.
Apa kabar? *sok banget asik nanyain kabar.
Mau cerita aja, tapi ngga tau mau cerita apa heheu.
Belakangan ini merasa jadi manusia superr duperr sibuk, entah itu sibuk beneran atau cuma sok sibuk saya sendiri pun nggak mengerti.
Udah bikin beberapa draft tulisan buat di post, tapi selalu nggak nemu waktu yang pas buat ngeblog. Huftbanget.
Lagi lelah banget, capek. Sama tugas kuliah yang lumayan menguras tenaga, ditambah amanah yang nuntut badan saya dibelah layaknya amoeba. Udah gitu, semester tiga ini bener-bener masuk pagi jam 8 (teng) terus, dan otomatis pulangnya bakalan sore.
Ngerasa paling capek, paling sibuk, paling lelah, letih, lesu, malah ngebuat saya jadi orang yang nggak bersyukur. Nggak menikmati hidup. Kadang kalo berangkat kuliah suka ketemu kake-kake yang masih semangat dorong gerobak sampah, sampe kadang suka nyemangatin beliau dalem hati "Semangatt pakk semangaat!! Allah bersama orang-orang yang mencari nafkah buat keluarganya." tapi nggak ngaca, diri sendiri aja semangatnya masih di ragukan pfft.

Kadang juga suka sebel sama abang-abang metro 47 yang suka ngetem di pinggir jalan, heloo bangg please banget yaak berasa kecil itu metro maen ngetem aja di pinggir jalan, tapi suatu sisi suka kasihan juga siy karena kan mereka lagi cari nafkan yeuu.
Kadang kalo berangkat pagi juga sering banget ketemu sama mobil nissan juke warna merah dengan plat yang sama B 1*1* K**, sampe kepo maksimal itu orang didalemnya siapa yaa sampe sering ketemu gitu, pas mau diliat sayang kaca filmnya gelap bgt bro ckck (kadang kalo pulang kuliah sekitar jam 7 malem juga suka ketemu loh)
Ya gitu kerjaan saya kalo di motor, kalo udah stuck ngga bisa murojaah, pasti merhatiin keadaan sekitar entah itu plat mobil/motor, sepatu, merek motor/mobil, sampe kadang kalo udah bete, suntuk, capex suka sok lagi curhat sama Allah dengan ngomong sendiri di motor yang jatohnya malah kayak orang oon ya ngomong sendiri-_____-
Oke jadi intinya mah mau ngasih tau aja kalo saya hobi ngapalin plat motor/mobil orang heheu.

Daaaah!




@PuteriSR
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
“Bergerak atau Tergantikan!”

Mahasiswa dan Organisasi, menurut saya merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan. Banyak jenis-jenis mahasiswa, ada yang dibilang kupu-kupu (Kuliah-Pulang), ada juga mahasiswa yang kunang-kunang (Kuliah-Nangkring) tetapi saya memilih menjadi mahasiswa kura-kura (Kuliah-Rapat). Organisasi sebenarnya sangat penting untuk mahasiswa, namun kesadaran mahasiswa akan pentingnya berorganisasi sangat minim belakangan ini. Sudah semakin berkurang minat mahasiswa untuk bergabung dengan organisasi-organisasi yang ada didalam kampus, padahal didalam organisasi ini banyak pengalaman yang akan kita dapatkan, salah satunya adalah pelatihan soft skill untuk kedepannya.

Sebelum lulus SMA kita sudah merencakan nanti akan melanjutkan studi kemana? Universitas apa? Jurusan apa? Setelah kuliah cara belajar yang kita jalani sangat kontras dengan cara belajar sewaktu SMA. Mahasiswa dituntut untuk lebih aktif belajar sendiri. Waktu luang saat menjadi mahasiswa sangat banyak. Karena jam kuliah yang jauh lebih sedikit dari pada SMA. Banyak mahasiswa mengisi waktu luang tersebut dengan berbagai macam cara, ada yang belajar dan terus belajar, dan ada yang bergabung di organisasi-organisasi kampus.

Menurut saya, jika seorang mahasiswa tidak mengikuti Organisasi. Lalu apa yang membedakan mahasiswa dengan siswa pada umumnya? Mahasiswa, bukan lagi seorang siswa biasa yang menuntut ilmu di institusi pendidikan (SD, SMP, maupun SMA) seperti yang pernah kita lewati, tambahan kata ‘maha‘, sebelum kata ‘siswa‘ memberikan identitas yang berbeda dengan siswa pada umumnya.

“Mahasiswa takut pada dosen. 
Dosen takut pada dekan. 
Dekan takut pada rector. 
Rektor takut pada menteri.
Menteri takut pada presiden.
Presiden takut pada mahasiswa..”
- Ismail Marzuki

Dari penggalan puisi diatas dapat kita simpulkan bahwa mahasiswa mempunyai peran yang amat penting di dalam Pemerintahan Negara ini. Kenapa bisa begitu? Karena mahasiswa memiliki sesuatu yang lebih, jabatan yang lebih. Tahu kenapa disebut Mahasiswa? Karena mereka lebih dari seorang siswa yang kewajibannya hanya belajar dan belajar. Mahasiswa harus melakukan tindakan. Aksi dari Mahasiswa-lah yang ditunggu. Bukan lagi dipancing tapi harus memancing. Saatnya melakukan suatu pengabdian kepada masyarakat, melakukan perubahan, dan memberika energi-energi positif kepada rekan-rekan yang lain.

Melalui Organisasi kemahasiswaan inilah menjadi wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan dan peningkatan kecendekiawanan serta integritas kepribadian yang disiapkan untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan yang dapat diterapkan, dikembangkan , dan diupayakan penggunaanya untuk meningkatkan tarap kehidupan masyarakat. Diselenggarakan berdasarkan prinsip dari, oleh dan untuk mahasiswa dengan memberikan peranan dan keleluasaan lebih besar kepada mahasiswa.

Organisasi sebagai Dirorama Demokrasi

Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan olehpemerintah negara tersebut. Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yg sejajar satu sama lain. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances.


Ketiga jenis lembaga-lembaga negara tersebut adalah lembaga-lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan untuk mewujudkan dan melaksanakan kewenangan eksekutif, lembaga-lembaga pengadilan yang berwenang menyelenggarakan kekuasaan judikatif dan lembaga-lembaga perwakilan rakyat (DPR, untuk Indonesia) yang memiliki kewenangan menjalankan kekuasaan legislatif. Di bawah sistem ini, keputusan legislatif dibuat oleh masyarakat atau oleh wakil yang wajib bekerja dan bertindak sesuai aspirasi masyarakat yang diwakilinya (konstituen) dan yang memilihnya melalui proses pemilihan umum legislatif, selain sesuai hukum dan peraturan.

Masih ingatkah dengan 4 fungsi sebagai Mahasiswa? Ya, Agent of Change, Social Control and Iron Stock. Sebagai agen perubahan, mahasiswa bertindak bukan ibarat pahlawan yang datang ke sebuah negri lalu dengan gagahnya sang pahlawan mengusir penjahat-penjahat yang merajalela dan dengan gagah pula sang pahlawan pergi dari daerah tersebut diiringi tepuk tangan penduduk setempat. Sebagai Agent Perubahan di Orama Demokrasi mahasiswa menjadi agen-agen yang terjun langsung ke masyarakat untuk menyampaikan fungsi dari Demokrasi itu sendiri.


Mengapa harus menjadi social control? Peran mahasiswa sebagai kontrol sosial terjadi ketika ada yang tidak beres atau ganjil dalam masyarakat dan pemerintah. Saat ini di Indonesia, masyarakat merasakan bahwa pemerintah hanya memikirkan dirinya sendiri dalam bertindak. Usut punya usut, pemerintah tidak menepati janji yang telah diumbar-umbar dalam kampanye mereka. Kasus hukum, korupsi, dan pendidikan merajalela dalam kehidupan berbangsa bernegara. Inilah potret mengapa mahasiswa yang notabene sebagai anak rakyat harus bertindak dengan ilmu dan kelebihan yang dimilikinya. Pun begitu ketika ada yang tidak beres dengan Demokrasi di Indonesia, sebagai mahasiswa yang telah berorganisasi dan merasa mempunyai peran untuk menuntaskannya kita akan menuntaskannya.


Mahasiswa mempunya peran penting dalam menjalankan Demokrasi di Indonesia, sebagai mahasiswa yang mempunyai fungsi Social Contol, mahasiswa dituntut untuk memperhatikan alur Demokrasi, yaitu dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat, dan menghindari politik uang. Mahasiswa juga mempunyai peran untuk meminimalisir angka Golput yang tinggi agar demokrasi berjalan dengan semestinya.

Ke depan, diharapkan peranan mahasiswa dalam proses demokrasi, mampu tampil sebagai organ bangsa yang memiliki kredibilitas dan kualitas mahasiswa yang bisa dibanggakan. Yaitu mahasiswa yang mampu memberikan kontribusi nyata kepada bangsa untuk mewujudkan demokratisasi yang sesungguhnya. Mahasiswa yang memiliki sifat dinamis, kreatif, responsive dan peka terhadap problema-problema kemasyarakatan.


Dan disini dapat kita lihat bahwa organisasi memainkan peran yang penting sebagai diorama Demokrasi. Karena organisasilah yang membentuk karakter seorang Mahasiswa, karena diorganisasilah interpersonal skill seorang mahasiswa diasah. Dan di organisasilah mahasiswa menyadari bahwa ia bukan lagi sekedar sisiwa yang hanya berkewajiban untuk belajar, di Organisasilah mahasiswa menyadari bahwa mahasiswa mempunya peran dan fungsi yang sangat vital dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
“Jabatan adalah amanah, ia pada hari kiamat akan menjadikan yang menyandangnya hina dan menyesal kecuali yang mengambilnya dengan benar dan menunaikan tugasnya dengan baik.”- Nabi Muhammad SAW

Terkadang menjadi pemimpin itu dianggap enak, menjadi pemimpin itu dianggap bisa berkuasa. Tetapi banyak yang tidak menyadari bahwa hal yang dilakukan oleh seorang pemimpin itu akan dipertanggung jawabkan nantinya di akhirat. Pada dasarnya, setiap orang adalah pemimpin. Minimal setiap orang memimpin dirinya sendiri untuk menuju pribadi yang lebih baik. Jika seseorang sudah mampu memimpin dirinya sendiri dengan baik, berarti ia juga mampu untuk memimpin orang lain. Karena memimpin itu dimulai dari membenahi diri kita terlebih dahulu. Lalu bagaimana sosok pemimpin yang ideal untuk Indonesia?

Saat ini banyak kita temui figure pemimpin bangsa yang serharusnya menjadi panutan tetapi malah mengecewakan. Pemimpin sejatinya adalah lahir dari pilihan rakyat. Ingatkah bahwa demokrasi itu menjunjung tinggi nilai “dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat”, ini dapat diartikan bahwa Pemimpin merupakan cerminan dari rakyat di suatu Negara itu sendiri. Demokrasi sejati menghendaki proses pemilihan sebagai ikhtiar mempromosikan kebenaran, tetapi tidak untuk saat ini. Ada pepatah mengatakan bahwa “suara rakyat merupakan suara tuhan”, menurut pendapat saya serendah itukah tuhan mu? Pada saat ini suara rakyat bahkan dapat dibeli dengan kupon sembako dan uang yang beredar ketika serangan fajar. Dari rakyat dan untuk rakyat, kita yang memilih dan kita pula yang akan memetik hasil dari pilihan kita sendiri. Jika kita memilih Pemimpin yang zalim, maka kita pula yang akan menikmati ke-zalimannya.

Lalu, bagaimana sosok ideal untuk pemimpin di Indonesia?
Menurut saya sosok pemimpin yang ideal itu seperti Rasulullah, Meskipun Rasuluillah SAW merupakan pemimpin yang sangat dihormati oleh para pengikutnya, tetapi hal tersebut tidak menjadikan beliau menjadi orang yang sombong. Tidak seperti saat ini, para pemimpin yang diamanahkan oleh rakyat untuk menjalankan pemerintahan di Negara justru sibuk memperkaya diri sendiri, dan mengabaikan amanah tersebut.

Kepemimpinan Rasulullah dicerminkan dalam 4 sifat yaitu, Sidiq, Amanah, Fathonah, dan Tablig. Sebelum memimpin ummatnya, Rasulullah terlebih dahulu memimpin dirinya sendiri, memimpin dirinya untuk berkata yang baik atau lebih baik diam, memimpin dirinya dari hawa nafsu, lalu kemudian memimpin keluarganya dengan cara yang terbaik. Begitu pula yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin, seorang pemimpin harus terlebih dahulu belajar memimpin dan membenahi dirinya terlebih dahulu sebelum akhirnya memimpin orang lain.

Pada saat ini, moral Pemimpin di Indonesia sudah amat memprihatinkan. Hampir setiap hari kita disuguhi berita yang sangat menyayat hati. Banyak pemimpin kita mulai dari Bupati, Gubernur, Mantan Polisi bahkan Hakim yang bertugas untuk menegakkan hukum itu sendiri pun tersangkut masalah korupsi, hal ini terjadi karena mereka tidak memahami bahwa menjadi seorang pemimpin itu adalah amanah Tuhan. Maka sebaiknya seorang pemimpin mempunyai sifat Amanah agar tidak mudah tergoda oleh gemerlap dunia.

Pemimpin Indonesia pada saat ini juga menganggap bahwa kepemimpinan menjadi cara terbaik dan tercepat untuk mencapai kekuasaan. Padahal sebagai pemimpin seharusnya memahami tugasnya melayani rakyat, bukan semata-mata ingin mencapai kekuasaan dan memenuhi keinginan pribadi. Banyak pemimpin saat ini yang menjadikan jabatan sebagai pemimpin sebagai ajang mengeruk keuntungan sebesar-besarnya, maka banyak para pemimpin yang tersandung kasus korupsi.Maka dari itu, pemimpin sebaiknya harus menerapkan sifat Sidiq dalam dirinya.

Lantas bagaimana sehausnya pemimpin bersikap?
Disinilah pentingnya akhlak karimah. Pemimpin yang berakhlak mulia selalu menyelaraskan antara perbuatan dengan perkataan yang diucapkannya. Dengan akhlak karimah, derajat seorang pemimpin menjadi tinggi. Dan ia akan dihormati oleh rakyatnya. Pemimpin yang berakhlak mulia akan melahirkan tatanan masyarakat yang adil, aman, tentram dan sejahtera.

Kurang dari setahun, kita akan menghadapi dunia perekonomian yang baru. Tepatnya pada 1 Januari 2015, Indonesia bersama dengan ke Sembilan Negara ASEAN lainnya telah menyepakati perjanjian MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Menghadapi MEA merupakan hal yang menakutkan bagi beberapa kalangan. Misalnya ada kekhawatiran bahwa lahan nafkah hidupnya akan diambil pendatang yang berasal dari luar Indonesia. Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan pasar terbesar karena jumlah konsumsi yang besar. Tetapi dengan melihat para pesaing Indonesia di dalam kualitas produk, Indonesia jauh tertinggal dibandingkan Negara-negara ASEAN lainnya. Lalu bagaimana peran pemerintah dalam menghadapi MEA tersebut?

Tak kenal maka tak sayang, begitu pula dengan program Masyarakat Ekonomi ASEAN ini. Jika kita survey ke berbagai lapisan masyarakat di Indonesia, kebanyakan dari penduduk Indonesia mungkin banyak yang belum tahu apa itu MEA, dan kebanyakan dari mereka yang tidak tahu adalah masyarakat kalangan menengah kebawah. Bagaimana kita bisa menghadapi MEA jika masyarakat di dalamnya saja tidak tahu apa itu MEA? Peran pemerintah dalam menghadapi MEA adalah mensosialisasikan program Masyarakat Ekonomi ASEAN ini kepada seluruh masyarakat di Indonesia, dan kami sebagai Mahasiswa seharusnya ikut andil dalam mensosialisasikan program MEA tersebut.

Ketika masyarakat Indonesia sudah mengetahui apakah itu MEA, mereka pasti akan lebih bersiap-siap untuk menghadapi hal tersebut. Peran pemerintah disini berfungsi untuk mengarahkan masyarakat dan memberikan apa saja yang dibutuhkan untuk bersaing dengan Negara ASEAN lainnya, seperti keterampilan berbahasa asing, dan interpersonal skills lainnya.

Dan untuk menghadapi persaingan bebas dengan para pendatang saat MEA tahun 2015, kita harus membuat strategy bagaimana agar merk Indonesia, entah produk atau jasa bisa dikenal, tidak hanya di dalam pasar luar negeri tetapi juga dipasar luar negeri sehingga mampu bersaing dengan Negara ASEAN lainnya. Lalu bagaimana cara membuat produk agar bisa bersaing dengan produk luar negeri lainnya?


Pertama, kita harus mensurvey bahwa produk yang kita tawarkan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pasar. Dan mungkin kita menampilkan kebudayaan Indonesia yang menjadi kekuatan utama pada setiap produk kita sehingga orang luar negeri tertarik untuk memakainya. Bila kita tahu cara membangunnya, maka tidak ada ketakutan lagi untuk bersaing dengan Negara ASEAN yang lain di MEA.


Refrensi: Internet
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Assalamualaikum, Hayyy J
Posting ini ditulis untuk adik-adik yang lagi bimbang nentuin mau kuliah dimana, jurusan apa, dan segala macamnya. Semoga posting ini dapat membantu.


Manajemen? Untuk yang merasa punya latar belakang pendidikan IPA waktu SMA, aku rasa nggak ada salahnya kuliah jurusan manajemen. Aku sendiri waktu SMA juga dari jurusan IPA, ngerasa takut banget nanti ketemu pelajarannya. Ternyata, dosen pun mengerti kalau mahasiswanya nggak semua dari jurusan IPS/SMK yang udah ngerti pelajaran akutansi, ekonomi, dsb. Pas udah masuk jurusan ini, ternyata kamu nggak sendiri, banyak juga temen-temenmu yang dari jurusan IPA. Bahkan menurut kaka senior, yang dulunya dari jurusan IPA jadi semangat untuk berprestasi gitu. Dosen akutansi aku juga dulunya dia kuliah jurusan Kima gitu di UI, sekarang malah jadi dosen akutansi, hehe.


Nggak kerasa semester 1 udah berlalu aku kuliah di jurusan Manajemen, kuliah jauh lebih enak dari pada sekolah tapi kuliah itu jauh lebih capek dari pada sekolah. Hehe, kenapa aku bilang begitu? Karena kalau sekolah itu mata pelajarannya bejibun, sampe kira-kira 12 mata pelajaran tiap semester, kalau kuliah itu beda. Semester ini, aku cuma ada 7 matkul. Kuliah menurutku enak karena mungkin waktunya kali ya, sehari paling kita ada 1-2 matkul, kalo sehari cuma ada satu matkul enaaknya pake bingid. Kayak waktu aku pas semester satu, hari senin kan terkenal dengan hari mager segajad raya maybe ya, dan Alhamdulillah hari senin kelas ku cuma ada jadwal 1 matkul, dan itu jam 12.45 hehehehe surga banget kan.


Terus kalau kuliah itu terkadang ada dosen yang ngasih UAS take home, wahaha enak sekali kan take home. Nah dari cerita diatas, makanya aku fikir sayang banget kalo jadi mahasiswa yang kupu-kupu (kuliah pulang- kuliah pulang) atau kunang-kunang (kuliah nangkring- kuliah nangkring). Dari pada jadi kupu-kupu, mending kita ikut organisasi yang bermanfaat ya kan?


Oia, Manajemen ini masuk ke dalam Fakultas Ekonomi, manajemen itu ada macem-macem bentuknya kayak Manajemen Pendidikan yang masuk ke dalam Fakultas Ilmu Pendidikan, dan lain sebagainya. Fakultas Ekonomi di UNJ ini merupakan anak baru di sini, istilahnya mah masih anak bawang gitu kali ya. FE lahir pada tahun 2005, sebelumya FE ini bergabung sama FIS (Fakultas Ilmu Sosial). Di FE ini ada 3 Jurusan, yaitu ada EA (Ekonomi dan Administrasi) yang masanya paling buanyaak di FE, terus ada Akuntansi dan Manajemen. Karena aku kuliah dijurusan manajemen jadi aku mau jelasin tentang Manajemen aja ya..

            Nah, Manajemen itu sendiri di bagi jadi dua ada yang D3 Manajemen Pemasaran sama S1 Manajemen, kalau untuk S1 Manajemen itu sendiri ada 4 konsentrasi:
1.      Manajemen Keuangan (Finance)
2.      Manajemen Sumber Daya Mausia (SDM)
3.      Manajemen Pemasaran (Marketing)
4.   Bisnis Internasional (Nah kalo yang ini baru mau dibuka, karena katanya belum ada mahasiswa yang memenuhi criteria konsentrasi ini, sekalinya ada mungkin Cuma beberapa orang, hehe maybe)

Konsentrasi diatas itu baru kita dapet kalo kita udah masuk semester 5, jadi selama semester 1-4 kita masih umum, belum dikonsentrasikan. Oia untuk semester 1 ada 7 matkul, yaitu ada Statistik, Matematika Ekonomi, Pengantar Bisnis, Pengantar Ilmu Ekonomi, Akutansi, dan 2 Mata Kuliah Umum yaitu Pendidikan Agama, sama Bahasa Inggris. Nah itu kira-kira gambaran matkul kalo kamu nantinya mau masuk Manajemen.

Dosen-dosennya gimana kalau kuliah si? Soal dosen, dosen itu sangan variatif ya, beda dengan guru yang se-bader-apapun-anak-tetep-dikasih-nilai-bagus dosen itu ya bener-bener yang ‘ini saya kasih nilai segini, mau kamu ngulang apa nggak itu urusan kamu bukan urusan saya’. Nah jadi kita harus mengenal satu persatu dosen yang ngajar kita, dan mengerti apa yang beliau inginkan. Kayak contohnya dosen A mau kita itu aktif nanya, karena itu salah satu penilaian mereka, yaudah pas kita lagi pelajaran beliau kita aktif tuh diskusi, hehe menurut aku si begitu.


Oia di Manajemen ini kita belajar pakai dua bahasa; English dan Indonesia. Text Booknya ada yang full English kayak pelajaran-pelajaran Statistik, Pengantar Bisnis. Dosen yang ngejelasin juga pake power point bahasa inggris, tapi jangan takut dulu yaa dosennya ngejelasinnya gak full English kok, masih dicampur pake Bahasa Indonesia. Menurut aku, aku malah seneng kuliah pake Bahasa Inggris, karena aku mungkin salah satu anak yang males belajar bahasa inggris. Mungkin kalau dipaksa harus pake bahasa inggris, aku jadi bisa kali ya. Udah gitu, liat deh nanti di dunia kerja, pasti keterampilan bahasa asing itu sangat diperlukan. Jadi jangan takut untuk belajar pake bahasa inggris hehehe.


Btw mengenai text book, kalau kamu kenal sama kaka kelas mending minjem aja sama mereka tapi lebih bagus si emang beli. Soalnya buku-buku Manajemen bagus-bagus semua, dan tebel-tebel semua, hehehe. Tapi sayang buat kalian yang males baca terus beli nanti itu buku cuma buat bantal doang lagi, hehe. Tapi aku recommend untuk beli yaa, di pasar senen banyak yang kw kw an itu buku-buku, kalo beli yang aseli widihh mahal banget, ada yang sampe diatas sejutaan kemarin searching-searching di amazon.

Segitu dulu ya, sharing-sharing tentang manajemennya. Kalo ada yang mau tanya yuk silahkan mention aja ke @AisySarah :D *berasa apaa yaa aku ini* hehe.


Oiaaaa, Alhamdulillah ipk ku semester ini >3 jadi bisa ambil full sks deh, do’ain ya supaya kuliahku lancar dan lulus tepat waktu. Sukses untuk kaliaaan..
CAO!

Share
Tweet
Pin
Share
16 komentar
Newer Posts
Older Posts

About Me

About Me

Muslimah who loves stalking, DIY craft and writing.

Follow Us

  • Facebook
  • Instagram
  • Linked In
  • Pinterest
  • Twitter
  • Youtube

Categories

Absurd BryanDomani Iqbaal D. Ramadhan Islamic Pengetahuan

Blog Archive

  • ▼  2017 (4)
    • ▼  Agustus (1)
      • “Disebelah kok lebih murah?” #SelfTalk
    • ►  Maret (3)
  • ►  2016 (13)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2015 (4)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (1)
  • ►  2014 (7)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2013 (13)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2012 (12)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2011 (1)
    • ►  Mei (1)

Created with by ThemeXpose