• Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise
Email Pinterest Linkedin Instagram Twitter Facebook

#SelfTalk Electronic!

[a journal to remember]

day 3
31th Agustus 2016


Disini..
Langit cerah tak berpolusi. Dan merah putih masih tertancap di dada kami.

Mungkin itu beberapa kata yang dapat menggambarkan warga di daerah Sungai Limau, meskipun mereka berada di perbatasan, tetapi kecintaan mereka terhadap Indonesia tidak dapat diragukan.

Kemarin, kami diberi kesempatan untuk mengunjungi daerah Bergosong. Bergosong itu daerah perbatasan dari Malaysia ke Indonesia. Disinilah para TKI perkebunan sawit tinggal, dan anak-anak mereka pergi menyusuri perkebunan sawit dan perkebunan coklat setiap harinya untuk pergi bersekolah di Tapal Batas.

Ditemani dengan Akbar, siswa kelas 6 di SDN 005 Sebatik Tengah kita pun memulai perjalanan yang sangat mengharukan.

"Bar, kami sampai sana berapa menit bar?"

"Baah, tak bise lah itung pakai menit tuu, satu jam setengah lah kalau kakak cepat.."

-to be countinue-


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
[a journal to remember]

day 1
29th Agustus 2016

Perjalanan panjang menuju indonesia bagian malaysia pun segera di mulai, kami memulai perjalanan ini di bandara soekarno hatta.

Ternyata untuk mencapai perbatasan indonesia kita harus memakai 3 jenis transportasi yang ada di Indonesia; Laut, Darat pun dengan Udara.

Sesampainya di sungai nyamuk, kami langsung disajikan dengan pemandangan yang tidak biasa.

"Ringgit.. Ringgit.. Yuk kau tukarlah uang kau tu ke Ringgit..."

Saya masih di Indonesia ke? Iya. Ini masih Indonesia, tapi yang terjadi warga disini menggunakan 2 mata uang: Ringgit dan Rupiah. Kami pun diantar menuju daratan terdekat menggunakan perahu kecil untuk menunggu jemputan, kami pun bertanya berapa uang yang harus kami bayar, kak Lisa pun menjawab 50.000 saja ke, aku pun bergegas untuk membayarkannya dengan uang pecahan 100.000, kemudian kak Lisa mengembalikannya dengan uang 70.000, akupun bertanya kenapa ia melebihkan kembaliannya, dan ia pun menjawab.

"Kau ni kan cikgu, tak baik lah kita orang ambil mahal-mahal dari kau.. Dulu aku pun cikgu, tapi aku tak lolos test jadi aku berhenti lah.."

Kami pun dijelaskan terkait pemakaian 2 mata uang disini.

"Jika kau orang pegi beli makan di kedai nasi, kau bayar lah tu dengan uang 15.000 tapi jika kau gunakan ringgit, kau cukup bayar dengan uang 5 ringgit. Nah ni, kau bawalah uang 1 RM ini, tuk oleh2 dari abang..."

Wah. Luar biasa. Betapa orang disini menghargai seorang guru. Betapa orang disini menghargai orang yang data ke desanya untuk membuat perbaikan.

Kami pun pamit karena bang Samsi sudah datang untuk menjemput kami, diperjalanan kami pun banyak menggali informasi dari bang Samsi; disini tak ada lampu merah, disini tak ada kemacetan, disini tak ada pencurian, yang ada hanya ketentraman, yang ada hanya jernihnya langit berlapiskan bintang yang bertamburan. Tenang. Damai. Tanpa Polusi. Tanpa Ilusi.

-to be continue-


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
10.10 AM
at 9th floor

Sometimes  its ok to be not ok right?
And now i am not feeling ok, kinda wanna cry, I'm kinda just really upset with my self.

Idk but i really wanna crying right now. I feel worse. Look at yourself putttt, take a mirorr. You r totally a mess, You can't even handle your own life.

I hate note arranging things accordingly, self management is necessity. And now, u r here with tons of sorrow.

Calm down ukhti, you have to remember that Allah’s plan is better than your dreams.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
6 Syawaal 1437 H

Dan Syawal pun cemburu..
Ia datang seraya berkata..

Maukah kamu menjamu ku seperti kau menjamu bulan Ramadhan itu?
Bulan dimana banyak orang berdiri tegak untuk shalat malam.
Bulan dimana banyak orang berlomba-lomba mengerjakan kebaikan.
Bulan dimana Al-Quran tak lagi berdebu.
Bulan dimana banyak orang menahan haus, lapar, amarah pada siang hari.
Aku tak meminta mu untuk berpuasa sebulan penuh, aku hanya meminta mu untuk menyisihkan waktu 6 hari untuk menyempurnakan ibadah Ramadhan mu.


Ramadhan memang sudah pergi, tapi tak berarti amalan yaumiyyah mu berhenti.
Kun Rabbâniyyan walâ takun Ramadhâniyyan, jadilah kau insan yang senantiasa beribadah kepada Allah, jangan kau beribadah hanya dibulan Ramadhan saja, karena sungguh Allah itu Tuhan di seluruh waktu dan seluruh ciptaanNya☺️

Jangan lupa puasa ya^^

‎Ù…َÙ†ْ صَامَ رَÙ…َضَانَ Ø«ُÙ…َّ Ø£َتْبَعَÙ‡ُ سِتًّا Ù…ِÙ†ْ Ø´َÙˆَّالٍ Ùƒَانَ ÙƒَصِÙŠَامِ الدَّÙ‡ْرِ

"Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim)

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About Me

About Me

Muslimah who loves stalking, DIY craft and writing.

Follow Us

  • Facebook
  • Instagram
  • Linked In
  • Pinterest
  • Twitter
  • Youtube

Categories

Absurd BryanDomani Iqbaal D. Ramadhan Islamic Pengetahuan

Blog Archive

  • ▼  2017 (4)
    • ▼  Agustus (1)
      • “Disebelah kok lebih murah?” #SelfTalk
    • ►  Maret (3)
  • ►  2016 (13)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2015 (4)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (1)
  • ►  2014 (7)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2013 (13)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2012 (12)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2011 (1)
    • ►  Mei (1)

Created with by ThemeXpose