• Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise
Email Pinterest Linkedin Instagram Twitter Facebook

#SelfTalk Electronic!

Dear muslimah, disaat kamu sering melempar kode, hingga kode itu bertebaran di udara, apa yang kamu cari? Perhatiannya?

Dear muslimah, disaat kamu sering memberinya signal, apa yang kamu ingin dapatkan? Perhatiannya?

Terus kalo kode kamu nyampe, lalu ada yang menanggapinya kejenjang yang lebih serius, emang kamu udah siap?

Dear muslimah, one thing for sure, Nikkah; that's a huge commitment. Nggak bisa sebercanda itu. Kita butuh persiapan yang sangat matang. Karena menikah adalah sebuah perjalanan panjang, sebuah perjalanan untuk menciptakan peradaban. Maka dari itu, dear muslimah, kita harus mempersiapkannya dengan matang; tidak hanya kesiapan secara materi, tetapi juga dengan ilmu dan mental yang mumpuni.


July 10th, 2016
Dari aku yang belum siap diajak serius😂✌️

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Commuter Line tujuan Manggarai
July 9th, 2016
At 11.30 pm

Pagi ini, untuk pertama kalinya ia keluar rumah dan berniat untuk main. Tidak, bukan sekedar main mungkin, ia niatkan untuk silaturahmi. Karena ia sangat sadar, bahwa niat akan berdampak kepada keberkahan yang akan di dapatkan, maka pada pagi ini, ia berangkat dengan niat bersilaturahmi.

Ia bergegas menuju stasiun kereta yang paling dekat dengan rumahnya, Stasiun Cakung. Setiba disana, kondisi sangatlah ramai dipenuhi keluarga yang mungkin ingin berekreasi dan menghabiskan waktu bersama.

"Mba, satu ya.. Ke arah bogor."
"Satu aja? Ngga bareng keluarga?"
"Nda mba, satu saja.." Ujarnya sambil memberikan senyuman.

"Senyum dihadapan saudaramu adalah sedekah.."

Pada saat itu kondisi peron dipenuhi dengan penumpang yang ingin berangkat menuju stasiun manggarai dan sekitarnya, biasanya dalam kondisi seperti ini ia langsung bosan, tetapi tidak dengan hari ini, perasaanya begitu bahagia, begitu bersemangat untuk berdesak-desakkan di kereta, mungkin itu semua karena niatnya; niat untuk bersilaturahmi dengan sesama.

"Ting tong ting tong.. Jalur 3 akan masuk kereta tujuan jakarta kota."

Setelah mendengar pengumuman itu, ia pun langsung bergegas menuju bagian belakang peron, karena disana penumpang yang antree tidak begitu banyak, namun atas izin Allah, gerbong bagian wanita tidak berhenti tepat di depannya, dengan terpaksa ia memasuki gerbang untuk orang pada umumnya.

Pada saat itu kondisi di dalam gerbong kereta sangatlah penuh, ia yang jarang masuk ke gerbong yang bercampur antara laki-laki pun langsung cemberut, karena tidak terbiasa berdesakkan dengan kaum adam, perjalanan pun terasa sangat lama, padahal jika di nikmati itu bukan perjalanan yang cukup jauh, karena biasanya hanya dibutuhkan 20 menit untuk sampai ke stasiun Manggarai.

Di tengah perjalanan, tiba-tiba ada seorang nenek-nenek yang berpegangan dengan kerudungnya.

"Maaf ya mba, mbah ndak sampe kalo harus pegangan ke atas. Kalau ndak pegangan nanti mbah takut jatuh.."

Ia hanya memberi senyuman.

"Mba, manggarai sebelah mana toh mba? Masa mbah harus lewat jatinegara? Biasanya kalo sama anak mbah ndak lewat jatinegara kalo mau ke lenteng agung.."

"Iya mbah, ikutin saya aja ya mbah.. Nanti saya juga mau ke bogor"

Sesampainya di manggarai, mbah terus mengikutinya. Dan mereka berpisah di kereta tujuan mereka masing-masing.

Yes, i do believe that every (single) things is happen for a reason. Takdir Allah emang paling balik, kalau ia tidak naik kereta di gerbong tadi, mungkin ia tidak akan mendapat pahala menolong orang, kalau ia tidak naik kereta di gerbong tadi, mungkin ia akan terlambat bertemu dengan teman-teman.

Berbuat baiklah kpd siapapun, dimanapun, kapanpun. Kebaikan pasti akan menghasilkan kebaikan, walaupun tidak untuk dirimu sendiri, setidaknya keluargamu pasti akan merasakan dampak dari kebaikan yang kamu lakukan.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Badan Perwakilan Mahasiswa, atau disingkat dengan BPM, begitulah mahasiswa menyebutnya, tidak hanya sekedar menjadi badan yang mengawasi kinjerja BEM, BPM pun mempunyai peran untuk menampung aspirasi Rakyat Sipil di Kampus ini. Ya, Rakyat Sipil, begitulah panggilan yang beredar untuk teman-teman yang belum bisa aktif di organisasi.

Badan Perwakilan Mahasiswa, atau yang dikenal dengan Viva Legislativanya. Apakah jika kamu menjadi seorang organisatoris itu berarti kamu sudah menjadi Legislator kampus? Tidak, belum tentu. Menjadi seorang Legislator tidak semudah membalikkan telapak tangan, menjadi seorang legislator pun tak semudah mendaftarkan diri di organisasi intra kampus. Lalu bagaimana menjadi seorang legislator itu? Tanya diri.

Sebagai seorang Legislator, kita harus mampu dan mau menampung aspirasi mahasiswa, tidak hanya sekedar menampung, bahkan kita dituntut untuk merealisasikan aspirasi tersebut menjadi suatu hal yang nyata, agar kira tidak dikatakan sebagai penyebar angket belaka. Masalah yang sering terjadi dalam seorang Legislator kampus adalah, ia mampu, bahkan sangat mampu untuk menampung aspirasi mahasiswa disekitarnya, tetapi ia belum mampu merealisasikan aspirasi itu menjadi suatu kerja yang nyata.

Sebagai legislatif kampus kita harus berani, berani bertindak untuk bertindak dan mengambil resiko, karena jika Legislatif kampus tidak terdengar, maka suara aspirasi mahasiswa pun akan terabaikan.

Viva Legislatifa!

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Assalamu'alaykun and Helloo everyone who did read my blog.
Sudah lama tidak bersua, sibuk? sok sibuk lebih tepatnya. Produktif? Sok produktif lebih tepatnya, semenjak laptopku hilang, hatiku begitu nelangsa, seperti bapak Habibi yang ditinggal ibu Ainun pergi untuk selamanya *em, maaf sedikit alay. Tapi serius, putsar jadi ngga semangat menulis lagi huhu, tulisan ini pun dibuat di komputer Lab Pasar Modal FE UNJ, di gedung N, putsar mengazzamkan dalam diri, selama putsar bertugas disini, putsar akan mengisinya dengan hal yang produktif, termasuk menulis, hehehe
Beberapa bulan yang lalu, putsar diizinkan sama Allah untuk menginjakkan kakiku di Negeri Jiran untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata selama 3 hari, berikut ceritanya..

Day 1 (Senin, 16 November 2015)


Tepat pukul 06.00 WIB kita diminta kumpul di Bandara Soekarno-Hatta oleh panitia KKL, kita? Haha kebetulan putsar salah satu panitiannya, ya jadi kita kumpul di terminal 2 B, setelah mengurus boarding pass kita pun langsung check in dan menunggu pesawat berangkat ke Negeri Jiran. for your information aja yaa di pesawat ngga diizinkan untuk bawa benda cair yang berlebihan, kayak air minum gitu mending ditaro koper aja daripada disita sama petugasnya hehehe. Kira-kira pukul xxxx pesawat kami tiba di KLIA 2, kemudian kami ke bagian imigrasi untuk mengurus pemberkasan yang dibutuhkan, oia tips untuk kalian, kalau udah sampe bandara jangan lupa nyalain wifi untuk sekedar check in di path kalo yang mau ngepath karena di bandara kan free wifi sebelum kalian membeli kartu perdana disana, dan untuk yang mau backpacker jangan lupa untuk mengambil brosur, peta atau informasi apapun yang ada di bandara, karena itu akan berguna untuk perjalanan kalian disana. 

Setelah sibuk check in di path dan mengambil barang bawaan kami pun bertemu dengan Ms. Lee, tour guide selama kita disana, Mr. Lee kalo diliat dari segi umur mungkin udah engga muda lagi, kalo bercanda suka garing, tapiii beliau lucuuu karena selalu berusaha untuk menghidupkan suasana di Bus dengan kosa kata bahasa melayu yang terdengar aneh di telinga kita HAHA kangen Mr. Lee niyy, hal ini benar-benar membuktikan bahwa tak ada pertemuan yang abadi, dan bahwa sejatinya setiap pertemuan pasti ada perpisahan *halaaaah*

Setelah bertemu dengan Mr. Lee kita pun ke Bus untuk memulai perjalanan kita di Negeri Jiran (yaela cuma 3 hari aja puut belagu amat perjalanan haha), kemudian kita berhenti sejenak untuk makan siang di Down Town KLIA Seafood, letaknya ga jauh dari bandara kok, daan disinilah tempat ku jatuh cinta dengan nasi lemak dan ayam -yang ku tak tahu namanya- JANJI ENAK BANGET AAA JADI KEPINGIN MAKAN LAGI


Downtown KLIA; in frame Nurul dan Nisa

Ini nasi lemak yang enak itu :3


Terlalu manis untuk dilupakan, semoga kita bertemu lagi xoxo

Selepas makan dan shalat kami pun kembali ke Bus untuk melanjutkan agenda yaitu company visit ke Pioneer Coachbuilder Sdn Bhd, pada saat itu hujan turun dengan lebatnya, mungkin itu menandakan keberkahan kedatangan kita ke Malaysia hehe, runddown pun jadi ngaret karena terkendala hujan, janjinya sampai sana jam 15.00 tapi kita baru sampe sekitar jam 15.30, Pioneer Coachbuilder terletak di Pelabuhan Klang, Selangor, Malaysia, dan tempat industri ini bener-bener mirip sama daerah Industri Pulogadung, dan beberapa anak pun bilang "Jauh-jauh company visit eeh suasananya sama aja kayak di Indonesia.." haha yeuu namanya juga masih satu rumpun, kalo mau yang beda mah ke Eropa sanah :3 dan ini foto-foto kami selama di sana...


sesi presentasi dari pihak pioneer coachbuilder


Busnya bagus euy, janji!


ini genk akuuuu, luvvv


Setelah company visit kami pun on the way menuju hotel tempat kami menginap selama disana, hotel kami berada di daerah Bukit Bintang, tetapi sebelum check ini kami mampir duluuu untuk makan malam di daerah pasar seni apa yak kalo ngga salah, deket china town gitu deh pokoknyaa, dan putsar sangat-sangat excited liat china town dan berjanji untuk menyempatkan diri untuk kesana, katanya oleh-oleh disana murah loooh.. Kira-kira pukul 20.00 waktu setempat kami check in di hotel kemudian membersihkan diri kemudian terbesit untuk jalan-jalan keluar karena letak hotel kami dekat dengan Jalan Alor, sayang banget yakaaan kalo kami hanya berdiam diri di dalam kamar hehe dan ternyata Malaysia di malam hari itu tidak jauh berbeda dengan suasana ibu kota Jakarta di malam hari.


malaysia rasa kuta euy

berusaha tertib di negeri orang, karena banyak polisi :p
Niat awalnya sih mau jalan-jalan deket hotel aja, ngga mau sampe jalan Alornya banget, eh kita berasa terhipnotis gituu jadi terus menerus jalan, sampe ujung jalan alor bahkan huahaha, padahal si Nyi gabawa pasport, oia tips selanjutnya; kalau di negara orang usahakan selalu bawa paspor dan benda berharga ya kemanapun kamu pergi, dan jagan lupa untuk di fotokopi terlebih dahulu paspornya, karena banyak kejadian-kejadian kan yang mungkin terjadi. Bener ya kata orang-orang yang pernah nulis cerita, Jalan Alor itu surganya kuliner bangeet euy, tapi karena kita cuma berempat (udah gitu cewek semua) jadi rada ragu gitu buat sekedar mampir untuk jajan, alhasil kita cuma foto-foto disana, sekalian hunting buat oleh-oleh juga sih, hehe



The best place for eating, katanya.

Duh mbak, bisakah stop dulu? Kita mau foto mbak.

Keep syar'i gurlsss!

ih kayak di korea-korea gitu yaa haha

Setelah kita bermupeng ria dengan jajanan yang ada, akhirnya kita memutuskan untuk pulang ke hotel, pas diperjalanan pulang tiba-tiba Nisa mau beli kacamata dan tertarik untuk beli baju untuk ponakannya, akhirnya kita melipir bentar ke tempat oleh-oleh di pinggir jalan Alor, dan ternyata setelah kita sok berbicara melayu abangnya orang bekasi euuuuy, luar biasa, dan karena dia orang bekasi akhirnya kita dikasih murah deh, yeaaay. Gantungan kunci 15 RM dapet 2 renceng dengan kualitas yang cukup bagussss (satu renceng isi 6 buah gantungan kunci), selain itu harga menara petronasnya cuma 7 RM biasanya di toko-toko itu kisaran 10 RM yaa, murah kan, pada malam itu putsar bener-bener ngga tertarik untuk berbelanja, mungkin karena putsar typical orang yang harus terstruktur kali yaa, jadi putsar harus bikin list dulu apa aja yang harus dibeli dan untuk siapa hehehe, jadi ku putuskan untuk kembali lagi esoook ke toko abang bekasi itu untuk berbelanja oleh-oleh untuk teman-teman di Jakarta. Udah belanja-belanja, terus kita baru ada niat mau jajan-jajan lucuu gitu, eh ketemunya sevel, yawdaalahya masuk sevel, entah kenapa ya di sana berasa pelit gitu, uang 1 RM berasa benar-benar berarti wakakak, mungkin karena kita mau extend kali yaa, jadi bener-bener harus memanage uang dengan baik dan... pelit! haha, terus masuk sevel kita cuma beli mie cup coba bayangkeuuun, pas mau beli mineral water pun nurul bilang "udah gausah beli minum, sayang uangnya, nanti minum dihotel aja.." gitu, yaudah ngikuuut. Kita kan bayar ke cahser ya, masing-masing megang uang 50 RM gitu, eh mbaknya speechless, karena kan 50 RM lumayan besar ya, dan kita cuma beli Cup Mie seharga 2.5 RM hahaha :))


miniatur petronas seharga 7 RM^^

when every-single-receh really means for us:') #padahalgakepake




Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About Me

About Me

Muslimah who loves stalking, DIY craft and writing.

Follow Us

  • Facebook
  • Instagram
  • Linked In
  • Pinterest
  • Twitter
  • Youtube

Categories

Absurd BryanDomani Iqbaal D. Ramadhan Islamic Pengetahuan

Blog Archive

  • ▼  2017 (4)
    • ▼  Agustus (1)
      • “Disebelah kok lebih murah?” #SelfTalk
    • ►  Maret (3)
  • ►  2016 (13)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2015 (4)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (1)
  • ►  2014 (7)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2013 (13)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2012 (12)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2011 (1)
    • ►  Mei (1)

Created with by ThemeXpose