• Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise
Email Pinterest Linkedin Instagram Twitter Facebook

#SelfTalk Electronic!

Badan Perwakilan Mahasiswa, atau disingkat dengan BPM, begitulah mahasiswa menyebutnya, tidak hanya sekedar menjadi badan yang mengawasi kinjerja BEM, BPM pun mempunyai peran untuk menampung aspirasi Rakyat Sipil di Kampus ini. Ya, Rakyat Sipil, begitulah panggilan yang beredar untuk teman-teman yang belum bisa aktif di organisasi.

Badan Perwakilan Mahasiswa, atau yang dikenal dengan Viva Legislativanya. Apakah jika kamu menjadi seorang organisatoris itu berarti kamu sudah menjadi Legislator kampus? Tidak, belum tentu. Menjadi seorang Legislator tidak semudah membalikkan telapak tangan, menjadi seorang legislator pun tak semudah mendaftarkan diri di organisasi intra kampus. Lalu bagaimana menjadi seorang legislator itu? Tanya diri.

Sebagai seorang Legislator, kita harus mampu dan mau menampung aspirasi mahasiswa, tidak hanya sekedar menampung, bahkan kita dituntut untuk merealisasikan aspirasi tersebut menjadi suatu hal yang nyata, agar kira tidak dikatakan sebagai penyebar angket belaka. Masalah yang sering terjadi dalam seorang Legislator kampus adalah, ia mampu, bahkan sangat mampu untuk menampung aspirasi mahasiswa disekitarnya, tetapi ia belum mampu merealisasikan aspirasi itu menjadi suatu kerja yang nyata.

Sebagai legislatif kampus kita harus berani, berani bertindak untuk bertindak dan mengambil resiko, karena jika Legislatif kampus tidak terdengar, maka suara aspirasi mahasiswa pun akan terabaikan.

Viva Legislatifa!

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Assalamu'alaykun and Helloo everyone who did read my blog.
Sudah lama tidak bersua, sibuk? sok sibuk lebih tepatnya. Produktif? Sok produktif lebih tepatnya, semenjak laptopku hilang, hatiku begitu nelangsa, seperti bapak Habibi yang ditinggal ibu Ainun pergi untuk selamanya *em, maaf sedikit alay. Tapi serius, putsar jadi ngga semangat menulis lagi huhu, tulisan ini pun dibuat di komputer Lab Pasar Modal FE UNJ, di gedung N, putsar mengazzamkan dalam diri, selama putsar bertugas disini, putsar akan mengisinya dengan hal yang produktif, termasuk menulis, hehehe
Beberapa bulan yang lalu, putsar diizinkan sama Allah untuk menginjakkan kakiku di Negeri Jiran untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata selama 3 hari, berikut ceritanya..

Day 1 (Senin, 16 November 2015)


Tepat pukul 06.00 WIB kita diminta kumpul di Bandara Soekarno-Hatta oleh panitia KKL, kita? Haha kebetulan putsar salah satu panitiannya, ya jadi kita kumpul di terminal 2 B, setelah mengurus boarding pass kita pun langsung check in dan menunggu pesawat berangkat ke Negeri Jiran. for your information aja yaa di pesawat ngga diizinkan untuk bawa benda cair yang berlebihan, kayak air minum gitu mending ditaro koper aja daripada disita sama petugasnya hehehe. Kira-kira pukul xxxx pesawat kami tiba di KLIA 2, kemudian kami ke bagian imigrasi untuk mengurus pemberkasan yang dibutuhkan, oia tips untuk kalian, kalau udah sampe bandara jangan lupa nyalain wifi untuk sekedar check in di path kalo yang mau ngepath karena di bandara kan free wifi sebelum kalian membeli kartu perdana disana, dan untuk yang mau backpacker jangan lupa untuk mengambil brosur, peta atau informasi apapun yang ada di bandara, karena itu akan berguna untuk perjalanan kalian disana. 

Setelah sibuk check in di path dan mengambil barang bawaan kami pun bertemu dengan Ms. Lee, tour guide selama kita disana, Mr. Lee kalo diliat dari segi umur mungkin udah engga muda lagi, kalo bercanda suka garing, tapiii beliau lucuuu karena selalu berusaha untuk menghidupkan suasana di Bus dengan kosa kata bahasa melayu yang terdengar aneh di telinga kita HAHA kangen Mr. Lee niyy, hal ini benar-benar membuktikan bahwa tak ada pertemuan yang abadi, dan bahwa sejatinya setiap pertemuan pasti ada perpisahan *halaaaah*

Setelah bertemu dengan Mr. Lee kita pun ke Bus untuk memulai perjalanan kita di Negeri Jiran (yaela cuma 3 hari aja puut belagu amat perjalanan haha), kemudian kita berhenti sejenak untuk makan siang di Down Town KLIA Seafood, letaknya ga jauh dari bandara kok, daan disinilah tempat ku jatuh cinta dengan nasi lemak dan ayam -yang ku tak tahu namanya- JANJI ENAK BANGET AAA JADI KEPINGIN MAKAN LAGI


Downtown KLIA; in frame Nurul dan Nisa

Ini nasi lemak yang enak itu :3


Terlalu manis untuk dilupakan, semoga kita bertemu lagi xoxo

Selepas makan dan shalat kami pun kembali ke Bus untuk melanjutkan agenda yaitu company visit ke Pioneer Coachbuilder Sdn Bhd, pada saat itu hujan turun dengan lebatnya, mungkin itu menandakan keberkahan kedatangan kita ke Malaysia hehe, runddown pun jadi ngaret karena terkendala hujan, janjinya sampai sana jam 15.00 tapi kita baru sampe sekitar jam 15.30, Pioneer Coachbuilder terletak di Pelabuhan Klang, Selangor, Malaysia, dan tempat industri ini bener-bener mirip sama daerah Industri Pulogadung, dan beberapa anak pun bilang "Jauh-jauh company visit eeh suasananya sama aja kayak di Indonesia.." haha yeuu namanya juga masih satu rumpun, kalo mau yang beda mah ke Eropa sanah :3 dan ini foto-foto kami selama di sana...


sesi presentasi dari pihak pioneer coachbuilder


Busnya bagus euy, janji!


ini genk akuuuu, luvvv


Setelah company visit kami pun on the way menuju hotel tempat kami menginap selama disana, hotel kami berada di daerah Bukit Bintang, tetapi sebelum check ini kami mampir duluuu untuk makan malam di daerah pasar seni apa yak kalo ngga salah, deket china town gitu deh pokoknyaa, dan putsar sangat-sangat excited liat china town dan berjanji untuk menyempatkan diri untuk kesana, katanya oleh-oleh disana murah loooh.. Kira-kira pukul 20.00 waktu setempat kami check in di hotel kemudian membersihkan diri kemudian terbesit untuk jalan-jalan keluar karena letak hotel kami dekat dengan Jalan Alor, sayang banget yakaaan kalo kami hanya berdiam diri di dalam kamar hehe dan ternyata Malaysia di malam hari itu tidak jauh berbeda dengan suasana ibu kota Jakarta di malam hari.


malaysia rasa kuta euy

berusaha tertib di negeri orang, karena banyak polisi :p
Niat awalnya sih mau jalan-jalan deket hotel aja, ngga mau sampe jalan Alornya banget, eh kita berasa terhipnotis gituu jadi terus menerus jalan, sampe ujung jalan alor bahkan huahaha, padahal si Nyi gabawa pasport, oia tips selanjutnya; kalau di negara orang usahakan selalu bawa paspor dan benda berharga ya kemanapun kamu pergi, dan jagan lupa untuk di fotokopi terlebih dahulu paspornya, karena banyak kejadian-kejadian kan yang mungkin terjadi. Bener ya kata orang-orang yang pernah nulis cerita, Jalan Alor itu surganya kuliner bangeet euy, tapi karena kita cuma berempat (udah gitu cewek semua) jadi rada ragu gitu buat sekedar mampir untuk jajan, alhasil kita cuma foto-foto disana, sekalian hunting buat oleh-oleh juga sih, hehe



The best place for eating, katanya.

Duh mbak, bisakah stop dulu? Kita mau foto mbak.

Keep syar'i gurlsss!

ih kayak di korea-korea gitu yaa haha

Setelah kita bermupeng ria dengan jajanan yang ada, akhirnya kita memutuskan untuk pulang ke hotel, pas diperjalanan pulang tiba-tiba Nisa mau beli kacamata dan tertarik untuk beli baju untuk ponakannya, akhirnya kita melipir bentar ke tempat oleh-oleh di pinggir jalan Alor, dan ternyata setelah kita sok berbicara melayu abangnya orang bekasi euuuuy, luar biasa, dan karena dia orang bekasi akhirnya kita dikasih murah deh, yeaaay. Gantungan kunci 15 RM dapet 2 renceng dengan kualitas yang cukup bagussss (satu renceng isi 6 buah gantungan kunci), selain itu harga menara petronasnya cuma 7 RM biasanya di toko-toko itu kisaran 10 RM yaa, murah kan, pada malam itu putsar bener-bener ngga tertarik untuk berbelanja, mungkin karena putsar typical orang yang harus terstruktur kali yaa, jadi putsar harus bikin list dulu apa aja yang harus dibeli dan untuk siapa hehehe, jadi ku putuskan untuk kembali lagi esoook ke toko abang bekasi itu untuk berbelanja oleh-oleh untuk teman-teman di Jakarta. Udah belanja-belanja, terus kita baru ada niat mau jajan-jajan lucuu gitu, eh ketemunya sevel, yawdaalahya masuk sevel, entah kenapa ya di sana berasa pelit gitu, uang 1 RM berasa benar-benar berarti wakakak, mungkin karena kita mau extend kali yaa, jadi bener-bener harus memanage uang dengan baik dan... pelit! haha, terus masuk sevel kita cuma beli mie cup coba bayangkeuuun, pas mau beli mineral water pun nurul bilang "udah gausah beli minum, sayang uangnya, nanti minum dihotel aja.." gitu, yaudah ngikuuut. Kita kan bayar ke cahser ya, masing-masing megang uang 50 RM gitu, eh mbaknya speechless, karena kan 50 RM lumayan besar ya, dan kita cuma beli Cup Mie seharga 2.5 RM hahaha :))


miniatur petronas seharga 7 RM^^

when every-single-receh really means for us:') #padahalgakepake




Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
[Report]

Upaya kami dalam menerapkan Tridharma Perguruan Tinggi

Jakarta (17/05/2015), Salah satu pilar TriDharma Perguruan Tinggi adalah pengabdian masyarakat.  Dalam rangka menjalankan TriDharma Perguruan Tinggi tersebut, mahasiswa Universitas Negeri Jakarta yang menjadi peserta Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa UNJ melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat di Kampung Sawah, Kali Malang. Pengabdian Masyarakat tersebut berlangsung selama satu minggu, terhitung dari tanggal 9 Mei sampai 16 Mei 2015. Keadaan di Kampung Sawah benar-benar sangat memprihatinkan, di Jakarta tempat Ibu Kota Indonesia bernaung pun masih ada tempat kumuh seperti ini. Dan acara Pengabdian Masyarakat pun dibuka dengan sambutan dari ka Aji selaku ketua pelaksana.

“Bersyukur itu bukan hanya dibuktikan melalui ucapan, tetapi juga tindakan. Yuk kita tunjukan rasa syukur kita dengan membangun kampong sawah ini bersama, dengan ikhlas. Karena jika kalian tidak ikhlas semua akan percuma, jika kalian sampai saat ini datang kesini hanya untuk nilai semata, lebih baik kalian pulang, warga disini mengharapkan ke ikhlasan kalian dalam membantu…”

Dan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Sutino selaku ketua RT 001 Kampung Sawah.

“Kami warga Kampung Sawah sangat menerima kedatangan kalian dan niat baik kalian untuk membangun kampung, alhamdulillah kalian sudah membuktikan bahwa mahasiswa bukan hanya sekedar demo belaka, tetapi kalian juga memberikan aksi nyata kepada masyarakat di Indonesia” ujar Bapak Sutin.

Setelah pembukaan selesai, para peserta pun dipersilahkan keliling kampung untuk menganalisis terkait kondisi yang harus diperbaiki selama seminggu kedepan, kemudian para peserta dikumpulkan di Musholla untuk melakukan analisis terkait Kondisi di Kampung Sawah & Budget yang dibutuhkan untuk memperbaiki kampung Sawah. Masing-masing kelompok pun memaparkan tentang analisis mereka, lalu ka Fajri selaku panitia mengerucutkan permasalahan-permasalahan yang ada di Kampung Sawah menjadi beberapa bagian; yaitu ada  Infrastruktur (berupa aula yang baru setengah jadi dibangun oleh warga beserta taman baca), pendidikan (melakukan pembelajaran selama seminggu kepada anak-anak), perbaikan MCK (karena rata-rata warga disana tidak mempunyai sarana MCK pribadi), Penerangan Jalan, lalu Penanaman Tanaman Angsana untuk mencegah banjir.

“Lihat respon warga disini, begitu kalian datang kalian langsung disuguhi berbagai macam makanan, padahal untuk makan saja mereka susah. Itu pertanda bahwa warga disini mempunyai ekspektasi besar terhadap kedatangan Mahasiswa UNJ, mereka berharap kalian bisa merubah kampung ini, jadi pengabdian masyrakat ini bukan suatu hal yang main-main, beda mungkin dengan pengabdian masyarakat di pkmf yang hanya berlangsung beberapa jam.” Ujar kak Fajri.

Setelah itu kami merumuskan Budget yang akan dibutuhkan untuk melaksanakan perbaikan tersebut, setelah melakukan penafsiaran lalu diputuskan biaya yang dibutuhkan yaitu sebesar Rp. 15.000.000,- dan masing-masing kelompok mendapat jatah untuk mencari uang sebesar Rp. 1.500.000 selama 4 jam untuk berikhtiar mencari dana tersebut. Pukul 17.00 para peserta dikumpulkan kembali di Musholla untuk melakukan penghitungan dana yang sudah didapat, dan dengan jumlah waktu yang cukup singkat para peserta dapat mengumpulkan uang ± Rp. 12.000.000, jumlah yang sangat fantastis dalam waktu yang cukup singkat, para peserta berdecak kagum atas peraihan dana tersebut, Allah mendengar ucapan kami, Allaah mendengar niat baik kami untuk membangun kampung ini, maka dari itu dana yang tadinya terlihat sulit di dapat dalam waktu singkat menjadi sangat mudah untuk dikumpulkan.

Hari demi hari pun berjalan dengan lancar, para lelaki bertugas untuk membangun infrastruktur yang ada, sedangkan para perempuan bertugas membantu ibu-ibu memasak untuk makan siang dan sore harinya melakukan pengajaran kepada anak-anak setempat. Karena disini kami tidak hanya membangun sesuatu tetapi kami juga ingin membangun moral anak-anak dikampung Sawah. Setiap hari kami sempatkan untuk menengok keadaan disana, meski banyak tugas kuliah dan organisasi yang harus kami tunaikan tetapi hal tersebut tidak memadamkan semangat kami untuk membangun kampung Sawah.

Peresmian Aula. Hari Sabtu kemarin (16/05/2015), kami melakukan peresmian Aula, para anak-anak diminta untuk melakukan pementasan, ada yang menari, menyanyi, membaca puisi, mendongeng dan memainkan alat music marawis. Melihat senyum diwajah anak-anak tersebut sudah sangat cukup untuk membayar lelah yang kami rasakan selama seminggu ini, lalu pada sore harinya dilakukan kegiatan resmi yang didatangi oleh bapak Sofyan Hanif selaku PR III di UNJ untuk melakukan pemotongan pita sebagai simbolis peresmian aula di Kampung Sawah, kemudian acara tersebut di tutup dengan doa dan makan bersama.

Bergerak atau tergantikan. Jika kalian diam, maka semua akan berantakan. Jika kalian mundur tibalah kehancuran. Karena kita mahasiswa, para pemuda, para generasi penerus bangsa. Hari ini adalah cerminan dari masa yang akan datang, akankah kita tetap berdiam saja? Karena hari ini tidak akan datang dua kali! Segera berbuat, serentak bergerak! (Pengmas ISMKI)

Ini pengabdian masyarakat di kampus ku, bagaimana dengan di kampus mu?

Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!
Karena kami ingin berkontribusi, menginspirasi untuk Negeri!

@PuteriSR





                                                                Foto bersama anak-anak setelah melakukan pentas
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
[Report]

Aksi Hari Ini

Jakarta (08/05/2015), Dalam rangka mengkritisi kinerja Kemendikbud di Hari Pendidikan, Departemen Pendidikan & Departemen Sosial Politik BEM UNJ melaksanakan aksi “Wisata Hati ke Kemendikbud” di depan Gedung Kemendikbud, Jakarta. Masa aksi yang berjumlah sekitar 150 orang berkumpul di tugu pergerakan UNJ dari pukul 08.00. Adapun aksi dilaksanakan dari pukul 13.00 s.d. 18.00 WIB.


Aksi  “Wisata Hati ke Kemendikbud” kali ini dipicu karena keadaan Pendidikan di Indonesia saat ini berada di posisi Gawat Darurat. Sejumlah kebijakan yang diambil oleh pemerintah sejauh ini pun semuanya jauh dari upaya memperbaikki pendidikan di Indonesia. Dari sekian banyak permasalahan yang terjadi di dalam Pendidikan di Indonesia, kami menuntut Mendikbud untuk; (1) Menegaskan Kurikulum Nasional, (2) Peninjauan Kembali pelaksanaan UN sesuai dengan konstitusi (UU Sisdiknas pasal 58 ayat 1 dan 2), (3) Mensejahterakan guru terutama yang didistribusikan ke daerah, (4) Hentikan liberalisasi pendidikan, (5) Reformasi pendidikan moral bangsa.

Tututan tersebut satu persatu disampaikan melalui orasi ilmiah yang dibawakan oleh perwakilan masing-masing fakultas yang ada di UNJ dan universitas yang ikut serta meramaikan jalannya aksi ini. Didalam beberapa orasi yang disampaikan mengatakan bahwa pemerintah tidak konsisten karena pemberlakuan dua kurikulum yang berbeda di sekolah Indonesia, yaitu kurikulum 2013 & KTSP, masyarakat perlu adanya kejelasan mengenai kurikulum apa yang harus diterapkan. “Jangan jadikan kurikulum pengajaran sebagai proyek anda wahai bapak dan ibu, setiap adanya pergantian menteri, terdapat pula pergantian kurikulum di sekolah, penerapannya tidak akan semudah itu.” Ujar salah seorang orator dari perwakilan fakultas di UNJ.

Masalah selanjutnya adalah di tengah kontroversi Ujian Nasional, pemerintah justru menerapkan system komputerisasi di beberapa sekolah, padahal system tersebut belum mampu diterapkan di Indonesia. “Lihatlah ke sekolah di pelosok negeri di Indonesia bapak ibu, jangankan menerapkan system komputerisasi untuk Ujian Nasional di sekolah mereka, listrik saja mereka tak ada, jangan memperumit dan menambah masalah baru di sini…” Ujar salah satu seorang orator yang sedang berorasi di atas mobil.

Aksi yang digelar kali ini sangat berwarna karena dilengkapi dengan penampilan pentas dari Fakultas Bahasa & Seni terkait Pendidikan di Indonesia, selain itu gemuruh salam kebangkitan & lagu kebanggaan para Mahasiswa juga mewarnai jalannya aksi kali ini. Setiap kali ada aksi, selalu ada reaksi. Dan itu pula yang kami minta dari para pejabat di Kemendikbud, kami meminta tanggapan dari mereka terkait tuntutan yang kami sampaikan, dan pada sore hari perwakilan dari Kemendikbud pun keluar menemui kami setelah melakukan perbincangan dengan para Presma di dalam. “Kami akan mem-fasilitasi kalian untuk bertemu dengan bapak menteri, karena bapak masih di luar negeri, kita akan atur jadwal pertemuan di akhir Mei.” Ujar perwakilan dari bagian Humas Kemendikbud.

Sekian, hanya sedikit yang dapat saya sampaikan. Saya tidak dapat mencatat satu persatu orasi yang dilakukan tadi, karena saya terlalu larut dalam suasana aksi. Terimakasih PKMU telah mengenalkan saya pada lingkungan ini; lingkungan yang membedakan kita dengan siswa, lingkungan yang mungkin berpengaruh ketika seseorang dahulunya menyematkan kata ‘Maha’ didepan kata siswa. Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!

“Bergeraklah, karena salah satu ciri makhluk hidup adalah bergerak. Jika anda tidak bergerak, berarti anda; mati.”

@PuteriSR



Helo, this is my first 'aksi' :)

aksi itu seru ternyata, terimakasih PKMU sudah mengenalkan saya ke dalam lingkup ini.


"Karena diam berarti setuju, dan kami memilih untuk tidak diam" 
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About Me

About Me

Muslimah who loves stalking, DIY craft and writing.

Follow Us

  • Facebook
  • Instagram
  • Linked In
  • Pinterest
  • Twitter
  • Youtube

Categories

Absurd BryanDomani Iqbaal D. Ramadhan Islamic Pengetahuan

Blog Archive

  • ▼  2017 (4)
    • ▼  Agustus (1)
      • “Disebelah kok lebih murah?” #SelfTalk
    • ►  Maret (3)
  • ►  2016 (13)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2015 (4)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (1)
  • ►  2014 (7)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2013 (13)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2012 (12)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2011 (1)
    • ►  Mei (1)

Created with by ThemeXpose