• Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise
Email Pinterest Linkedin Instagram Twitter Facebook

#SelfTalk Electronic!



 

            

            Sore itu, kondisi di salah satu Stasiun Besar di Ibukota sama seperti sore-sore pada umumnya, Comuter Line khusus perempuan menjadi incaran bagi para kaum hawa yang baru pulang bekerja. Dalam hati bertanya, Allah mentakdirkan perempuan lebih banyak dari pada laki-laki bukan? Tetapi kenapa PT. KAI hanya membuat satu gerbong untuk perempuan, bukan malah sebaliknya? Ah aku tahu kenapa, beberapa pekan yang lalu aku menghadiri kajian Ustadz Khalid, beliau berkata; Perempuan diciptakan, dengan segala bentuk kesempurnaannya untuk berada di rumah; itu mengapa perusahaan (pada umumnya) menjual sunblock khusus untuk perempuan, jika ia keluar tanpa sunblock maka kulit akan memerah; karena kulit perempuan Allah ciptakan untuk berada di rumah, begitu pun sebaliknya; Allah ciptakan kulit laki-laki lebih kasar dari perempuan, karena laki-laki merupakan tulang punggung keluarga, seseorang yang berkewajiban mencari nafkah ke luar sana, jadi Allah medesain khusus kulit lelaki lebih kasar agar mampu bertahan di bawah terik matahari yang dapat membakar kulitnya. Dan aku percaya hal tersebut, bahwa tugas utama perempuan memang dirumah; mendidik anak, memanage rumah tangga, dan menata peradaban. Maka, jika seorang perempuan harus keluar, harus dipastikan bahwa itu bukan hanya untuk dirinya; tetapi untuk kemaslahatan bersama.

            Kereta dengan tujuan akhir Bekasi sangat dipadati penumpang, semua berlomba-lomba untuk masuk ke dalam gerbong agar cepat bertemu dengan keluarga dirumah. Hm, andai saja setiap orang mempunyai semangat yang sama saat berlomba-lomba menyerukan kebaikan, mungkin surga akan penuh seperti kereta tujuan Bekasi setiap harinya, hehehe semoga. (Hampir) semua orang saling sikut, saling cemberut, saling menggerutu satu dengan yang lainnya. Mengapa harus seperti itu ya? Saat Rasulullah mengajarkan kita untuk menebar salam; kepada siapapun; bahkan kepada orang yang tidak kita kenal sekalipun, tetapi kita malah saling memaki satu dengan yang lainnya. Mungkin kita sedang lelah, atau iman kita yang sudah tidak lagi terarah? Astagfirullah..

Aku pun melewati kerumunan orang yang mengantre di peron kereta, bergegas menuju sebuah supermaket membeli sebotol air untuk menjalankan sunnah-nya, “Manusia akan tetap baik selama mereka menyegerakan berbuka puasa.”*
Didepan ku terdapat ibu dan seorang anak yang menyelak antre-an di kasir pembayaran, dan ada pula seorang ibu tua yang berniat membeli pulsa di toko tersebut.
“Berapa nomornya buk?”
“08xxxxxx, yang 20 ribu ya mas, jadi berapa?”
“Jadi, 22ribu ya buk..”
“Wah iya? Bukannya 21 ribu 500? Kok disebelah lebih murah?”
“Wah saya kurang tahu bu, udah harga dari sananya..”
“Ini bener harga dari sananya atau bagaimana? Oh yaudah saya gajadi beli ya mas.”

Setelah ibu tua tersebut pergi, seorang ibu yang membawa anaknya pun sedikit berteriak sambil mengomentari “Buuk, cuma beda gopek kok yaa..” “Gak pernah beli pulsa kali yaa si ibu nya...”. Aku pun tersenyum singkat, tak ingin terlibat percakapan tersebut tetapi hati kecil ingin berkata, akhirnya aku pun menyapa sang ibu sambil berkata:
“Mungkin 500 bagi si Ibuk (itu), berharga kali ya bu hehe, atau mungkin ibu itu liat di berita bahwa suka ada toko yang nggak jujur, jadi harga di bandrol beda sama harga saat dibayar..”
Ibu tersebut tetap pada pendiriannya, dia pun mengulang kembali komentar yang dilontarkan pada saat pertama; “Yaa kan cuma gopek, di konter juga segitu saya belinya..” kemudian ibu itu pergi sambil menggandeng anaknya.

Aku pun tersenyum, mungkin bagi sebagian orang 500 perak tidak berharga, tetapi bagi sebagian yang lainnya, itu mungkin bisa menggenapkan untuk kebutuhan hidupnya. Aku pun berazam, bahwa tidak akan bersikap seperti itu didepan anakku kelak nantinya, heheheheh.
Bagaimana dengan kalian? Dengan kasus lain, jika ada kejadian, ketika bayar parkir kemudian kembali 500 perak, tetapi karyawan tersebut (tanpa usaha) langsung berkata bahwa tidak ada kembaliannya, kalian akan mengikhlaskan atau menunggu kembaliannya?

*Hadits nomor 658 & 659, Kitab Puasa, Bulugul Maram




 

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
K"Karena yang terbaik, akan kalah dengan yang selalu ada..
dan karena yang selalu ada akan kalah dengan yang selalu bilang IYA.."

Aku adalah seseorang yang selalu berkata IYA.
Aku adalah seseorang yang tak mampu untuk mengatakan TIDAK.
Tapi untuk hal yang satu ini;
Aku akan sigap berkata TIDAK; TIDAK. Sekalipun kata TIDAK itu TIDAK AKAN BERUBAH menjadi IYA; untuk saat ini.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Jika Meggi Z bersyair

                     "Lebih baik sakit gigi, dari pada sakit hati ini....."

Aku orang pertama yang bilang NO! Mending sakit hati, karena rasanya itu kayak di tusuk pedang Goblin, tinggal tunggu ada orang yang menyembuhkan, HAHA. Dan sesakit-sakit hatinya aku, kayaknya masih bisa tidur dan berfikir Allah with Me, yes always with me! dan hari esok pun akan lebih cerah dari hari ini; atau mungkin berfikir bad-day pasti berlalu. Lah kalo Sakit Gigi, apalagi pas malem-malem kayak gini bikin ndak bisa tidur apalagi mikir dipake buat mikir keras ngerjain skripswid, terus aku kudu pie (?) Ngeblog aja lah :))

Berbagai macam cara sudah ku lakukan, dari Googling "bagaimana cara mengobati sakit gigi pada malam hari", sampai mempraktekan (hampir) semua saran yang ada, hasilnya.. ya gitu deuh.

Anw, membahas soal gigi, gigi ku sudah bolong sejak lamaa, mungkin history nya karena ku makan gula merah buanyaaak sekalee dalam waktu sehari, tau gak sih satu lingkaran gula merah itu? nah saking senengnyaa ku makan sampai 4 waktu masih krucils. Pasti timbul pertanyaan, Loh mamamu kemana ndoook kok nggak ngelarang? HAHA, udah ngelarang, janji. Udah diomelin juga. Tapi diri ini bersikeras untuk tetap makan gula merah secara sembunyi-sembunyi:' Alhasih nyeselnya sampe sekarang hufffft.


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
A ku kembali; menjadi seseorang yang takut untuk menulis (lagi)
Aku kembali; menjadi seseorang yang selalu menepati janji
Aku kembali; menjadi seseorang yang seharusnya jauuuh lebih baik lagi
dan pada akhirnya aku harus kembali;
kembali menjadi versi terbaik dari DIRIMU!
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
kita tidak akan pernah tau, alasan mengapa seseorang menerobos lampu merah.
kita tidak akan pernah tau, alasan mengapa seseorang melambatkan laju kendaraan motornya.
kitabtidak akan pernah tahu, alasans seseorang menangis tersedu-sedu di bawah helm yang ia pakai.
kita tidak akan pernah tahu,
sampai
orang
tersebut
yang
menberitahu.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Nahkoda sebuah kapal itu bernama pemimpin. Ia harus mampu mengarahkan kapalnya, dan memutuskan kemana kapal tersebut harus berlabuh. Ketika kapal tersebut di terjang ombak yang besar, pemimpin tersebut menjadi orang pertama yang paling bertanggung jawab atas kapal dan penumpang yanga ada di dalamnya. Sehingga, seorang nahkoda yang baik akan mencurahkan seluruh jiwa dan raga untuk berkorban demi orang yang di pimpinnya.

Pemilihan Gubernur DKI 2017 ini di ibaratkan sebagai proses pencarian Nahkoda sebuah Kapal yang bernama Jakarta. Para calon nahkoda berlomba-lomba mempersiapkan yang terbaik untuk mengarungi lautan tantangan di Jakarta.

Seorang pemimpin yang handal mampu mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai tujuan bersama, pemimpin bertugas untuk mengajak bawahannya bersama-sama saling bantu di dalam fungsinya masing-masing untuk mencapai tujuan bersama, tanpa adanya pengaruh dari diri seorang pemimpin mungkin bawahannya tidak akan melaksanakan tugas yang sudah diperintahkan oleh pemimpinnya.

Dalam prosesnya, pembelajaran tentang kepemimpinan tidak hanya di dapatkan melalui bangku pembelajaran saja, seorang pemimpin harus mempunyai pengalaman, serta softskill lain yang menunjang proses kepemimpinan.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
[a journal to remember]


Day 6
3rd September 2016


Soooo excited, hari ini mengunjungi tentara perbatasan di Aji Kuning, Sebatik.


Subuh di Sebatik menjadi subuh yang sangat dirindukan, karena udara dingin yang menusuk selimut, entah bagaimana bisa, disiang hari kami disajikan dengan udara yang sangaaaaat puanasssss, tetapi di malam hari hujan datang membasahi tanah Sebatik ini, apapun keadaannya, syukuri ajalah ya.


Pagi ini, kami diminta membantu kakak-kakak SGI mengadakan event di SDN 006 Aji Kuning, jarak antara tempat singgah kami ke SD sangat lah jauh, motor pun kami tak punya, alhamdulillah ummi andi datang ke rumah singgah kita, ajak kita bareng naik motor sampah, heuu tak apalah yg penting kami nak pegi ke SD tu.


Sesampainya disana, ku diminta jadi mc sama mas aldo, yeu ga dimana-mana ujung2nya pasti deeh jd mc haha, takpe laah. Liat cigku-cikgu (ini tulisannya yg mana ya yg bener-,-) disana saya jadi ikuuut semangat, hehe bayangin aja mereka harus mengatasi anak-anak yang hyperactive disana, mereka harus mampu memotivasi anak-anak untuk pergi ke sekolah walaupun harus menempuh jarak berkilo-kilo-kilo-kilo meter (serius men gw ga boong jauh bangeeeet dan mereka kadang jalan, kadang ada bus sekolah gitu).


Singkat cerita acara formalnya udah selesai, akhirnya ku dan kak fatma sok ide2 licik gitu mau pinjem motor ustadz buat ngebolang HAHA, akhirnya kita pun minjem....


Kunjungan pertama kita putuskan untuk mengunjungi SD 004, padahal baru jam 09.30 tapi SDnya udah sepi. Pas ditanya kenapa sepi, eh kata ibu guru dipulangin karena bajir.....


Yauda kita rumpi-rumpi singkat dan jelasin programnya Dompet Dhuafa; Sekolah Smart Ekselensia.
Ini salah satu ikhtiar yang kami lakukan, agar anak disini keluar untuk menuntut ilmu dan kembali lagi untuk memajukan daerahnya.


Dan...
Kita pun bergegas, karena liat bacaan "SATGAS PAMGAS RI-Malaysia 1km" kita pun kepo...
Akhirnya sok-sok tehe mau kesana dengan dalih ingin mengunjungi tentata perbatasan😂🙌🏼


Sudah mendekati wilayah tentara perbatasan kok makin horor gitu yaa, mau take foto tapi takut gaboleh foto-foto, akhirnya di gerbang ketemu abang-abang TNI (lupa namanya) dari Makassar, kebetulan dia dan batalionnya lagi ditugaskan disana.


"Mau ngapain dek?"


"Em.. Em ehehe mau main aja mas. Tapi main kok kesini ya mas, gapapa kan ya mas.."


"Iya gapapa dek..."


Dan, lanjut kita cerita..
Kenapa pada akhirnya harus dijaga.
Kenapa harus selalu siaga.
Jadi itu barak/rumah singgah tentara yang jaga diperbatasan, pos perbatasannya bukan disitu ternyata, akhirnya pamit ke abangnya mau main ke pos perbatasannya.


Jujur aja, karena ku terlalu excited jadi gak terlalu dengerin mas-mas TNInya ngomong apa, di pos perbatasan Aji Kuning pun begitu, ku excited foto-foto dan nanya-nanya iseng, tanpa dengerin betul jawabannya mereka kayak apa hehehe.


Tapi intinya sih gini ya kurang lebih:
Mereka jaga patok 03 (1 dari beberapa patok yang ada di Sebatik) karena patok itu gak sesuai dengan derajat pengukuran pada saat penegasan batas wilayah dulu, jadi patoknya bergeser.


Dulu, untuk pergi menjenguk keluarga di wilayah yang katanya sekarang punya Malaysia mereka tidak memerlukan paspor, tetapi sekarang mereka diminta mengeluarkan paspor apabila berkunjung, padahal dulu itu masuk kedalam wilayah Indonesia, bukan malaysia.


Yang bikin excited parah lagi, liat rumah yang depannya Indonesia dapurnya malaysia, tu rumah dulu kan pernah hits di tv-tv ya dan ku bisa liat langsung yeaaay.


Sebenernya masih banyak, tapi ini udah kebanyakan kayaknya ya ceritanya😹


Ditunggu ya cerita sampis di bagian lain👋🏻

Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
[a journal to remember]

Day 5
2nd September 2016

Dan satu hal yang kusadari..
Nikmat terbesar yang diberikan oleh Allah setelah iman dan islam adalah nikmat akan kekayaan alam yang melimpah di bumi ini.

"Bu kalo beli lombok dimana?" (red: Cabai)

"Metik disitu lah dikebun belakang.."

"Bu belanja dimana hari ini?"

"Disitu lah kita petik langsung.."

Disini makan durian gratis, makan duku tinggal metik, mau minum air kelapa tinggal nunggu jatoh dari pohonnya, mau bikin sambel tinggal ke kebun belakang rumah, mau minum ada air hujan, mau bikin gorengan ada daun pakis, mau ubi tinggal panen.

Fabi’ayyi ala’i rabbikuma tukazziban?
Maka, nikmat Tuhan mu yang manakah yang kamu dustakan?
31 kali dalam surah Ar-Rahman Engkau mengingatkan kami tentang nikmat yang selalu Engkau berikan, tetapi kami ya Rabb.. Selalu mendustakan nikmat yang Engkau beri, selalu angkuh sehingga tidak mensyukuri nikmat yang Engkau kasihi.

Allah sangat tahu apa yang engkau butuhkan.

Di bumi Kalimantan ini, tepatnya di pulau Sebatik, keadaannya sangat jauh dari kata nyaman (bagi orang kota).
Tidak ada Air, tidak ada Toko untuk sekedar jajan, tidak ada kuliner untuk menikmati makan, tetapi Allah hadirkan alam yang sangat luar biasa disini.

Allah hadirkan hujan hampir setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan hidup disini.
Allah tumbuhkan sayur mayur untuk menunjang kehidupan disini.
Allah suburkan buah-buahan yang begitu banyak untuk menyehatkan badan disini.

Dari sini ku menyadari,
Allah hadirkan begitu banyak nikmat untuk manusia pada kadarnya masing-masing agar kita BERSYUKUR, agar kita mengerti bahwa kita hanyalah makhluk yang lemah, yang tanpa kasih sayang dari Nya kita hanyalah seonggok daging yang tidak berguna.

Terimakasih Ya Rabb atas nikmat yang sering kali kami lupa. Kami, terlalu sibuk mengurusi perasaan kami yang terbengkalai akibat ulah kami sendiri. Maka, tidak ada ya Rabb, satupun nikmatMu yang berani kami dustakan.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
[a journal to remember]

day 4
1st September 2016

Mengajar di sekolah Tapal Batas yang semangat muridnya tak terbatas. Belajar dari sosok Ummi Suraidah; tentang semangatnya yang tak pernah padam untuk memberi.

Tiap harinya Ummi masak makan siang dalam jumlah yang cukup banyak, ya walaupun dengan lauk seadanya, tetapi itu sangat cukup untuk menjadi bahan bakar sebelum anak-anak pulang ke rumah mereka dipinggiran Malaysia.

Ya, ummi masakkan itu semua untuk mereka. Anak-anak yang singgah untuk melepas lelah sehabis pulang sekolah, bahkan ummi suka memberi penginapan bagi mereka yang lelah pulang ke rumah.

Disini, anak-anak diajarkan budi pekerti. Disini, anak-anak diajarkan tentang pentingnya memberi. Selepas sekolah, anak-anak diminta untuk shalat berjama'ah di sekolah dan di lanjutkan dengan dzikir bersama, karena ummi sangat tahu pentingnya menanamkan nilai agama dalam diri seorang anak.

Ummi Suraidah, sosok kartini masa kini. Semoga ummi selalu diberi kesehatan oleh Allah ya ummi, aamiin.

-to be continue-
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
[a journal to remember]

day 3
31th Agustus 2016


Disini..
Langit cerah tak berpolusi. Dan merah putih masih tertancap di dada kami.

Mungkin itu beberapa kata yang dapat menggambarkan warga di daerah Sungai Limau, meskipun mereka berada di perbatasan, tetapi kecintaan mereka terhadap Indonesia tidak dapat diragukan.

Kemarin, kami diberi kesempatan untuk mengunjungi daerah Bergosong. Bergosong itu daerah perbatasan dari Malaysia ke Indonesia. Disinilah para TKI perkebunan sawit tinggal, dan anak-anak mereka pergi menyusuri perkebunan sawit dan perkebunan coklat setiap harinya untuk pergi bersekolah di Tapal Batas.

Ditemani dengan Akbar, siswa kelas 6 di SDN 005 Sebatik Tengah kita pun memulai perjalanan yang sangat mengharukan.

"Bar, kami sampai sana berapa menit bar?"

"Baah, tak bise lah itung pakai menit tuu, satu jam setengah lah kalau kakak cepat.."

-to be countinue-


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
[a journal to remember]

day 1
29th Agustus 2016

Perjalanan panjang menuju indonesia bagian malaysia pun segera di mulai, kami memulai perjalanan ini di bandara soekarno hatta.

Ternyata untuk mencapai perbatasan indonesia kita harus memakai 3 jenis transportasi yang ada di Indonesia; Laut, Darat pun dengan Udara.

Sesampainya di sungai nyamuk, kami langsung disajikan dengan pemandangan yang tidak biasa.

"Ringgit.. Ringgit.. Yuk kau tukarlah uang kau tu ke Ringgit..."

Saya masih di Indonesia ke? Iya. Ini masih Indonesia, tapi yang terjadi warga disini menggunakan 2 mata uang: Ringgit dan Rupiah. Kami pun diantar menuju daratan terdekat menggunakan perahu kecil untuk menunggu jemputan, kami pun bertanya berapa uang yang harus kami bayar, kak Lisa pun menjawab 50.000 saja ke, aku pun bergegas untuk membayarkannya dengan uang pecahan 100.000, kemudian kak Lisa mengembalikannya dengan uang 70.000, akupun bertanya kenapa ia melebihkan kembaliannya, dan ia pun menjawab.

"Kau ni kan cikgu, tak baik lah kita orang ambil mahal-mahal dari kau.. Dulu aku pun cikgu, tapi aku tak lolos test jadi aku berhenti lah.."

Kami pun dijelaskan terkait pemakaian 2 mata uang disini.

"Jika kau orang pegi beli makan di kedai nasi, kau bayar lah tu dengan uang 15.000 tapi jika kau gunakan ringgit, kau cukup bayar dengan uang 5 ringgit. Nah ni, kau bawalah uang 1 RM ini, tuk oleh2 dari abang..."

Wah. Luar biasa. Betapa orang disini menghargai seorang guru. Betapa orang disini menghargai orang yang data ke desanya untuk membuat perbaikan.

Kami pun pamit karena bang Samsi sudah datang untuk menjemput kami, diperjalanan kami pun banyak menggali informasi dari bang Samsi; disini tak ada lampu merah, disini tak ada kemacetan, disini tak ada pencurian, yang ada hanya ketentraman, yang ada hanya jernihnya langit berlapiskan bintang yang bertamburan. Tenang. Damai. Tanpa Polusi. Tanpa Ilusi.

-to be continue-


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
10.10 AM
at 9th floor

Sometimes  its ok to be not ok right?
And now i am not feeling ok, kinda wanna cry, I'm kinda just really upset with my self.

Idk but i really wanna crying right now. I feel worse. Look at yourself putttt, take a mirorr. You r totally a mess, You can't even handle your own life.

I hate note arranging things accordingly, self management is necessity. And now, u r here with tons of sorrow.

Calm down ukhti, you have to remember that Allah’s plan is better than your dreams.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
6 Syawaal 1437 H

Dan Syawal pun cemburu..
Ia datang seraya berkata..

Maukah kamu menjamu ku seperti kau menjamu bulan Ramadhan itu?
Bulan dimana banyak orang berdiri tegak untuk shalat malam.
Bulan dimana banyak orang berlomba-lomba mengerjakan kebaikan.
Bulan dimana Al-Quran tak lagi berdebu.
Bulan dimana banyak orang menahan haus, lapar, amarah pada siang hari.
Aku tak meminta mu untuk berpuasa sebulan penuh, aku hanya meminta mu untuk menyisihkan waktu 6 hari untuk menyempurnakan ibadah Ramadhan mu.


Ramadhan memang sudah pergi, tapi tak berarti amalan yaumiyyah mu berhenti.
Kun Rabbâniyyan walâ takun Ramadhâniyyan, jadilah kau insan yang senantiasa beribadah kepada Allah, jangan kau beribadah hanya dibulan Ramadhan saja, karena sungguh Allah itu Tuhan di seluruh waktu dan seluruh ciptaanNya☺️

Jangan lupa puasa ya^^

‎مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

"Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim)

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Dear muslimah, disaat kamu sering melempar kode, hingga kode itu bertebaran di udara, apa yang kamu cari? Perhatiannya?

Dear muslimah, disaat kamu sering memberinya signal, apa yang kamu ingin dapatkan? Perhatiannya?

Terus kalo kode kamu nyampe, lalu ada yang menanggapinya kejenjang yang lebih serius, emang kamu udah siap?

Dear muslimah, one thing for sure, Nikkah; that's a huge commitment. Nggak bisa sebercanda itu. Kita butuh persiapan yang sangat matang. Karena menikah adalah sebuah perjalanan panjang, sebuah perjalanan untuk menciptakan peradaban. Maka dari itu, dear muslimah, kita harus mempersiapkannya dengan matang; tidak hanya kesiapan secara materi, tetapi juga dengan ilmu dan mental yang mumpuni.


July 10th, 2016
Dari aku yang belum siap diajak serius😂✌️

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Commuter Line tujuan Manggarai
July 9th, 2016
At 11.30 pm

Pagi ini, untuk pertama kalinya ia keluar rumah dan berniat untuk main. Tidak, bukan sekedar main mungkin, ia niatkan untuk silaturahmi. Karena ia sangat sadar, bahwa niat akan berdampak kepada keberkahan yang akan di dapatkan, maka pada pagi ini, ia berangkat dengan niat bersilaturahmi.

Ia bergegas menuju stasiun kereta yang paling dekat dengan rumahnya, Stasiun Cakung. Setiba disana, kondisi sangatlah ramai dipenuhi keluarga yang mungkin ingin berekreasi dan menghabiskan waktu bersama.

"Mba, satu ya.. Ke arah bogor."
"Satu aja? Ngga bareng keluarga?"
"Nda mba, satu saja.." Ujarnya sambil memberikan senyuman.

"Senyum dihadapan saudaramu adalah sedekah.."

Pada saat itu kondisi peron dipenuhi dengan penumpang yang ingin berangkat menuju stasiun manggarai dan sekitarnya, biasanya dalam kondisi seperti ini ia langsung bosan, tetapi tidak dengan hari ini, perasaanya begitu bahagia, begitu bersemangat untuk berdesak-desakkan di kereta, mungkin itu semua karena niatnya; niat untuk bersilaturahmi dengan sesama.

"Ting tong ting tong.. Jalur 3 akan masuk kereta tujuan jakarta kota."

Setelah mendengar pengumuman itu, ia pun langsung bergegas menuju bagian belakang peron, karena disana penumpang yang antree tidak begitu banyak, namun atas izin Allah, gerbong bagian wanita tidak berhenti tepat di depannya, dengan terpaksa ia memasuki gerbang untuk orang pada umumnya.

Pada saat itu kondisi di dalam gerbong kereta sangatlah penuh, ia yang jarang masuk ke gerbong yang bercampur antara laki-laki pun langsung cemberut, karena tidak terbiasa berdesakkan dengan kaum adam, perjalanan pun terasa sangat lama, padahal jika di nikmati itu bukan perjalanan yang cukup jauh, karena biasanya hanya dibutuhkan 20 menit untuk sampai ke stasiun Manggarai.

Di tengah perjalanan, tiba-tiba ada seorang nenek-nenek yang berpegangan dengan kerudungnya.

"Maaf ya mba, mbah ndak sampe kalo harus pegangan ke atas. Kalau ndak pegangan nanti mbah takut jatuh.."

Ia hanya memberi senyuman.

"Mba, manggarai sebelah mana toh mba? Masa mbah harus lewat jatinegara? Biasanya kalo sama anak mbah ndak lewat jatinegara kalo mau ke lenteng agung.."

"Iya mbah, ikutin saya aja ya mbah.. Nanti saya juga mau ke bogor"

Sesampainya di manggarai, mbah terus mengikutinya. Dan mereka berpisah di kereta tujuan mereka masing-masing.

Yes, i do believe that every (single) things is happen for a reason. Takdir Allah emang paling balik, kalau ia tidak naik kereta di gerbong tadi, mungkin ia tidak akan mendapat pahala menolong orang, kalau ia tidak naik kereta di gerbong tadi, mungkin ia akan terlambat bertemu dengan teman-teman.

Berbuat baiklah kpd siapapun, dimanapun, kapanpun. Kebaikan pasti akan menghasilkan kebaikan, walaupun tidak untuk dirimu sendiri, setidaknya keluargamu pasti akan merasakan dampak dari kebaikan yang kamu lakukan.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Badan Perwakilan Mahasiswa, atau disingkat dengan BPM, begitulah mahasiswa menyebutnya, tidak hanya sekedar menjadi badan yang mengawasi kinjerja BEM, BPM pun mempunyai peran untuk menampung aspirasi Rakyat Sipil di Kampus ini. Ya, Rakyat Sipil, begitulah panggilan yang beredar untuk teman-teman yang belum bisa aktif di organisasi.

Badan Perwakilan Mahasiswa, atau yang dikenal dengan Viva Legislativanya. Apakah jika kamu menjadi seorang organisatoris itu berarti kamu sudah menjadi Legislator kampus? Tidak, belum tentu. Menjadi seorang Legislator tidak semudah membalikkan telapak tangan, menjadi seorang legislator pun tak semudah mendaftarkan diri di organisasi intra kampus. Lalu bagaimana menjadi seorang legislator itu? Tanya diri.

Sebagai seorang Legislator, kita harus mampu dan mau menampung aspirasi mahasiswa, tidak hanya sekedar menampung, bahkan kita dituntut untuk merealisasikan aspirasi tersebut menjadi suatu hal yang nyata, agar kira tidak dikatakan sebagai penyebar angket belaka. Masalah yang sering terjadi dalam seorang Legislator kampus adalah, ia mampu, bahkan sangat mampu untuk menampung aspirasi mahasiswa disekitarnya, tetapi ia belum mampu merealisasikan aspirasi itu menjadi suatu kerja yang nyata.

Sebagai legislatif kampus kita harus berani, berani bertindak untuk bertindak dan mengambil resiko, karena jika Legislatif kampus tidak terdengar, maka suara aspirasi mahasiswa pun akan terabaikan.

Viva Legislatifa!

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Assalamu'alaykun and Helloo everyone who did read my blog.
Sudah lama tidak bersua, sibuk? sok sibuk lebih tepatnya. Produktif? Sok produktif lebih tepatnya, semenjak laptopku hilang, hatiku begitu nelangsa, seperti bapak Habibi yang ditinggal ibu Ainun pergi untuk selamanya *em, maaf sedikit alay. Tapi serius, putsar jadi ngga semangat menulis lagi huhu, tulisan ini pun dibuat di komputer Lab Pasar Modal FE UNJ, di gedung N, putsar mengazzamkan dalam diri, selama putsar bertugas disini, putsar akan mengisinya dengan hal yang produktif, termasuk menulis, hehehe
Beberapa bulan yang lalu, putsar diizinkan sama Allah untuk menginjakkan kakiku di Negeri Jiran untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata selama 3 hari, berikut ceritanya..

Day 1 (Senin, 16 November 2015)


Tepat pukul 06.00 WIB kita diminta kumpul di Bandara Soekarno-Hatta oleh panitia KKL, kita? Haha kebetulan putsar salah satu panitiannya, ya jadi kita kumpul di terminal 2 B, setelah mengurus boarding pass kita pun langsung check in dan menunggu pesawat berangkat ke Negeri Jiran. for your information aja yaa di pesawat ngga diizinkan untuk bawa benda cair yang berlebihan, kayak air minum gitu mending ditaro koper aja daripada disita sama petugasnya hehehe. Kira-kira pukul xxxx pesawat kami tiba di KLIA 2, kemudian kami ke bagian imigrasi untuk mengurus pemberkasan yang dibutuhkan, oia tips untuk kalian, kalau udah sampe bandara jangan lupa nyalain wifi untuk sekedar check in di path kalo yang mau ngepath karena di bandara kan free wifi sebelum kalian membeli kartu perdana disana, dan untuk yang mau backpacker jangan lupa untuk mengambil brosur, peta atau informasi apapun yang ada di bandara, karena itu akan berguna untuk perjalanan kalian disana. 

Setelah sibuk check in di path dan mengambil barang bawaan kami pun bertemu dengan Ms. Lee, tour guide selama kita disana, Mr. Lee kalo diliat dari segi umur mungkin udah engga muda lagi, kalo bercanda suka garing, tapiii beliau lucuuu karena selalu berusaha untuk menghidupkan suasana di Bus dengan kosa kata bahasa melayu yang terdengar aneh di telinga kita HAHA kangen Mr. Lee niyy, hal ini benar-benar membuktikan bahwa tak ada pertemuan yang abadi, dan bahwa sejatinya setiap pertemuan pasti ada perpisahan *halaaaah*

Setelah bertemu dengan Mr. Lee kita pun ke Bus untuk memulai perjalanan kita di Negeri Jiran (yaela cuma 3 hari aja puut belagu amat perjalanan haha), kemudian kita berhenti sejenak untuk makan siang di Down Town KLIA Seafood, letaknya ga jauh dari bandara kok, daan disinilah tempat ku jatuh cinta dengan nasi lemak dan ayam -yang ku tak tahu namanya- JANJI ENAK BANGET AAA JADI KEPINGIN MAKAN LAGI


Downtown KLIA; in frame Nurul dan Nisa

Ini nasi lemak yang enak itu :3


Terlalu manis untuk dilupakan, semoga kita bertemu lagi xoxo

Selepas makan dan shalat kami pun kembali ke Bus untuk melanjutkan agenda yaitu company visit ke Pioneer Coachbuilder Sdn Bhd, pada saat itu hujan turun dengan lebatnya, mungkin itu menandakan keberkahan kedatangan kita ke Malaysia hehe, runddown pun jadi ngaret karena terkendala hujan, janjinya sampai sana jam 15.00 tapi kita baru sampe sekitar jam 15.30, Pioneer Coachbuilder terletak di Pelabuhan Klang, Selangor, Malaysia, dan tempat industri ini bener-bener mirip sama daerah Industri Pulogadung, dan beberapa anak pun bilang "Jauh-jauh company visit eeh suasananya sama aja kayak di Indonesia.." haha yeuu namanya juga masih satu rumpun, kalo mau yang beda mah ke Eropa sanah :3 dan ini foto-foto kami selama di sana...


sesi presentasi dari pihak pioneer coachbuilder


Busnya bagus euy, janji!


ini genk akuuuu, luvvv


Setelah company visit kami pun on the way menuju hotel tempat kami menginap selama disana, hotel kami berada di daerah Bukit Bintang, tetapi sebelum check ini kami mampir duluuu untuk makan malam di daerah pasar seni apa yak kalo ngga salah, deket china town gitu deh pokoknyaa, dan putsar sangat-sangat excited liat china town dan berjanji untuk menyempatkan diri untuk kesana, katanya oleh-oleh disana murah loooh.. Kira-kira pukul 20.00 waktu setempat kami check in di hotel kemudian membersihkan diri kemudian terbesit untuk jalan-jalan keluar karena letak hotel kami dekat dengan Jalan Alor, sayang banget yakaaan kalo kami hanya berdiam diri di dalam kamar hehe dan ternyata Malaysia di malam hari itu tidak jauh berbeda dengan suasana ibu kota Jakarta di malam hari.


malaysia rasa kuta euy

berusaha tertib di negeri orang, karena banyak polisi :p
Niat awalnya sih mau jalan-jalan deket hotel aja, ngga mau sampe jalan Alornya banget, eh kita berasa terhipnotis gituu jadi terus menerus jalan, sampe ujung jalan alor bahkan huahaha, padahal si Nyi gabawa pasport, oia tips selanjutnya; kalau di negara orang usahakan selalu bawa paspor dan benda berharga ya kemanapun kamu pergi, dan jagan lupa untuk di fotokopi terlebih dahulu paspornya, karena banyak kejadian-kejadian kan yang mungkin terjadi. Bener ya kata orang-orang yang pernah nulis cerita, Jalan Alor itu surganya kuliner bangeet euy, tapi karena kita cuma berempat (udah gitu cewek semua) jadi rada ragu gitu buat sekedar mampir untuk jajan, alhasil kita cuma foto-foto disana, sekalian hunting buat oleh-oleh juga sih, hehe



The best place for eating, katanya.

Duh mbak, bisakah stop dulu? Kita mau foto mbak.

Keep syar'i gurlsss!

ih kayak di korea-korea gitu yaa haha

Setelah kita bermupeng ria dengan jajanan yang ada, akhirnya kita memutuskan untuk pulang ke hotel, pas diperjalanan pulang tiba-tiba Nisa mau beli kacamata dan tertarik untuk beli baju untuk ponakannya, akhirnya kita melipir bentar ke tempat oleh-oleh di pinggir jalan Alor, dan ternyata setelah kita sok berbicara melayu abangnya orang bekasi euuuuy, luar biasa, dan karena dia orang bekasi akhirnya kita dikasih murah deh, yeaaay. Gantungan kunci 15 RM dapet 2 renceng dengan kualitas yang cukup bagussss (satu renceng isi 6 buah gantungan kunci), selain itu harga menara petronasnya cuma 7 RM biasanya di toko-toko itu kisaran 10 RM yaa, murah kan, pada malam itu putsar bener-bener ngga tertarik untuk berbelanja, mungkin karena putsar typical orang yang harus terstruktur kali yaa, jadi putsar harus bikin list dulu apa aja yang harus dibeli dan untuk siapa hehehe, jadi ku putuskan untuk kembali lagi esoook ke toko abang bekasi itu untuk berbelanja oleh-oleh untuk teman-teman di Jakarta. Udah belanja-belanja, terus kita baru ada niat mau jajan-jajan lucuu gitu, eh ketemunya sevel, yawdaalahya masuk sevel, entah kenapa ya di sana berasa pelit gitu, uang 1 RM berasa benar-benar berarti wakakak, mungkin karena kita mau extend kali yaa, jadi bener-bener harus memanage uang dengan baik dan... pelit! haha, terus masuk sevel kita cuma beli mie cup coba bayangkeuuun, pas mau beli mineral water pun nurul bilang "udah gausah beli minum, sayang uangnya, nanti minum dihotel aja.." gitu, yaudah ngikuuut. Kita kan bayar ke cahser ya, masing-masing megang uang 50 RM gitu, eh mbaknya speechless, karena kan 50 RM lumayan besar ya, dan kita cuma beli Cup Mie seharga 2.5 RM hahaha :))


miniatur petronas seharga 7 RM^^

when every-single-receh really means for us:') #padahalgakepake




Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
[Report]

Upaya kami dalam menerapkan Tridharma Perguruan Tinggi

Jakarta (17/05/2015), Salah satu pilar TriDharma Perguruan Tinggi adalah pengabdian masyarakat.  Dalam rangka menjalankan TriDharma Perguruan Tinggi tersebut, mahasiswa Universitas Negeri Jakarta yang menjadi peserta Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa UNJ melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat di Kampung Sawah, Kali Malang. Pengabdian Masyarakat tersebut berlangsung selama satu minggu, terhitung dari tanggal 9 Mei sampai 16 Mei 2015. Keadaan di Kampung Sawah benar-benar sangat memprihatinkan, di Jakarta tempat Ibu Kota Indonesia bernaung pun masih ada tempat kumuh seperti ini. Dan acara Pengabdian Masyarakat pun dibuka dengan sambutan dari ka Aji selaku ketua pelaksana.

“Bersyukur itu bukan hanya dibuktikan melalui ucapan, tetapi juga tindakan. Yuk kita tunjukan rasa syukur kita dengan membangun kampong sawah ini bersama, dengan ikhlas. Karena jika kalian tidak ikhlas semua akan percuma, jika kalian sampai saat ini datang kesini hanya untuk nilai semata, lebih baik kalian pulang, warga disini mengharapkan ke ikhlasan kalian dalam membantu…”

Dan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Sutino selaku ketua RT 001 Kampung Sawah.

“Kami warga Kampung Sawah sangat menerima kedatangan kalian dan niat baik kalian untuk membangun kampung, alhamdulillah kalian sudah membuktikan bahwa mahasiswa bukan hanya sekedar demo belaka, tetapi kalian juga memberikan aksi nyata kepada masyarakat di Indonesia” ujar Bapak Sutin.

Setelah pembukaan selesai, para peserta pun dipersilahkan keliling kampung untuk menganalisis terkait kondisi yang harus diperbaiki selama seminggu kedepan, kemudian para peserta dikumpulkan di Musholla untuk melakukan analisis terkait Kondisi di Kampung Sawah & Budget yang dibutuhkan untuk memperbaiki kampung Sawah. Masing-masing kelompok pun memaparkan tentang analisis mereka, lalu ka Fajri selaku panitia mengerucutkan permasalahan-permasalahan yang ada di Kampung Sawah menjadi beberapa bagian; yaitu ada  Infrastruktur (berupa aula yang baru setengah jadi dibangun oleh warga beserta taman baca), pendidikan (melakukan pembelajaran selama seminggu kepada anak-anak), perbaikan MCK (karena rata-rata warga disana tidak mempunyai sarana MCK pribadi), Penerangan Jalan, lalu Penanaman Tanaman Angsana untuk mencegah banjir.

“Lihat respon warga disini, begitu kalian datang kalian langsung disuguhi berbagai macam makanan, padahal untuk makan saja mereka susah. Itu pertanda bahwa warga disini mempunyai ekspektasi besar terhadap kedatangan Mahasiswa UNJ, mereka berharap kalian bisa merubah kampung ini, jadi pengabdian masyrakat ini bukan suatu hal yang main-main, beda mungkin dengan pengabdian masyarakat di pkmf yang hanya berlangsung beberapa jam.” Ujar kak Fajri.

Setelah itu kami merumuskan Budget yang akan dibutuhkan untuk melaksanakan perbaikan tersebut, setelah melakukan penafsiaran lalu diputuskan biaya yang dibutuhkan yaitu sebesar Rp. 15.000.000,- dan masing-masing kelompok mendapat jatah untuk mencari uang sebesar Rp. 1.500.000 selama 4 jam untuk berikhtiar mencari dana tersebut. Pukul 17.00 para peserta dikumpulkan kembali di Musholla untuk melakukan penghitungan dana yang sudah didapat, dan dengan jumlah waktu yang cukup singkat para peserta dapat mengumpulkan uang ± Rp. 12.000.000, jumlah yang sangat fantastis dalam waktu yang cukup singkat, para peserta berdecak kagum atas peraihan dana tersebut, Allah mendengar ucapan kami, Allaah mendengar niat baik kami untuk membangun kampung ini, maka dari itu dana yang tadinya terlihat sulit di dapat dalam waktu singkat menjadi sangat mudah untuk dikumpulkan.

Hari demi hari pun berjalan dengan lancar, para lelaki bertugas untuk membangun infrastruktur yang ada, sedangkan para perempuan bertugas membantu ibu-ibu memasak untuk makan siang dan sore harinya melakukan pengajaran kepada anak-anak setempat. Karena disini kami tidak hanya membangun sesuatu tetapi kami juga ingin membangun moral anak-anak dikampung Sawah. Setiap hari kami sempatkan untuk menengok keadaan disana, meski banyak tugas kuliah dan organisasi yang harus kami tunaikan tetapi hal tersebut tidak memadamkan semangat kami untuk membangun kampung Sawah.

Peresmian Aula. Hari Sabtu kemarin (16/05/2015), kami melakukan peresmian Aula, para anak-anak diminta untuk melakukan pementasan, ada yang menari, menyanyi, membaca puisi, mendongeng dan memainkan alat music marawis. Melihat senyum diwajah anak-anak tersebut sudah sangat cukup untuk membayar lelah yang kami rasakan selama seminggu ini, lalu pada sore harinya dilakukan kegiatan resmi yang didatangi oleh bapak Sofyan Hanif selaku PR III di UNJ untuk melakukan pemotongan pita sebagai simbolis peresmian aula di Kampung Sawah, kemudian acara tersebut di tutup dengan doa dan makan bersama.

Bergerak atau tergantikan. Jika kalian diam, maka semua akan berantakan. Jika kalian mundur tibalah kehancuran. Karena kita mahasiswa, para pemuda, para generasi penerus bangsa. Hari ini adalah cerminan dari masa yang akan datang, akankah kita tetap berdiam saja? Karena hari ini tidak akan datang dua kali! Segera berbuat, serentak bergerak! (Pengmas ISMKI)

Ini pengabdian masyarakat di kampus ku, bagaimana dengan di kampus mu?

Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!
Karena kami ingin berkontribusi, menginspirasi untuk Negeri!

@PuteriSR





                                                                Foto bersama anak-anak setelah melakukan pentas
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
[Report]

Aksi Hari Ini

Jakarta (08/05/2015), Dalam rangka mengkritisi kinerja Kemendikbud di Hari Pendidikan, Departemen Pendidikan & Departemen Sosial Politik BEM UNJ melaksanakan aksi “Wisata Hati ke Kemendikbud” di depan Gedung Kemendikbud, Jakarta. Masa aksi yang berjumlah sekitar 150 orang berkumpul di tugu pergerakan UNJ dari pukul 08.00. Adapun aksi dilaksanakan dari pukul 13.00 s.d. 18.00 WIB.


Aksi  “Wisata Hati ke Kemendikbud” kali ini dipicu karena keadaan Pendidikan di Indonesia saat ini berada di posisi Gawat Darurat. Sejumlah kebijakan yang diambil oleh pemerintah sejauh ini pun semuanya jauh dari upaya memperbaikki pendidikan di Indonesia. Dari sekian banyak permasalahan yang terjadi di dalam Pendidikan di Indonesia, kami menuntut Mendikbud untuk; (1) Menegaskan Kurikulum Nasional, (2) Peninjauan Kembali pelaksanaan UN sesuai dengan konstitusi (UU Sisdiknas pasal 58 ayat 1 dan 2), (3) Mensejahterakan guru terutama yang didistribusikan ke daerah, (4) Hentikan liberalisasi pendidikan, (5) Reformasi pendidikan moral bangsa.

Tututan tersebut satu persatu disampaikan melalui orasi ilmiah yang dibawakan oleh perwakilan masing-masing fakultas yang ada di UNJ dan universitas yang ikut serta meramaikan jalannya aksi ini. Didalam beberapa orasi yang disampaikan mengatakan bahwa pemerintah tidak konsisten karena pemberlakuan dua kurikulum yang berbeda di sekolah Indonesia, yaitu kurikulum 2013 & KTSP, masyarakat perlu adanya kejelasan mengenai kurikulum apa yang harus diterapkan. “Jangan jadikan kurikulum pengajaran sebagai proyek anda wahai bapak dan ibu, setiap adanya pergantian menteri, terdapat pula pergantian kurikulum di sekolah, penerapannya tidak akan semudah itu.” Ujar salah seorang orator dari perwakilan fakultas di UNJ.

Masalah selanjutnya adalah di tengah kontroversi Ujian Nasional, pemerintah justru menerapkan system komputerisasi di beberapa sekolah, padahal system tersebut belum mampu diterapkan di Indonesia. “Lihatlah ke sekolah di pelosok negeri di Indonesia bapak ibu, jangankan menerapkan system komputerisasi untuk Ujian Nasional di sekolah mereka, listrik saja mereka tak ada, jangan memperumit dan menambah masalah baru di sini…” Ujar salah satu seorang orator yang sedang berorasi di atas mobil.

Aksi yang digelar kali ini sangat berwarna karena dilengkapi dengan penampilan pentas dari Fakultas Bahasa & Seni terkait Pendidikan di Indonesia, selain itu gemuruh salam kebangkitan & lagu kebanggaan para Mahasiswa juga mewarnai jalannya aksi kali ini. Setiap kali ada aksi, selalu ada reaksi. Dan itu pula yang kami minta dari para pejabat di Kemendikbud, kami meminta tanggapan dari mereka terkait tuntutan yang kami sampaikan, dan pada sore hari perwakilan dari Kemendikbud pun keluar menemui kami setelah melakukan perbincangan dengan para Presma di dalam. “Kami akan mem-fasilitasi kalian untuk bertemu dengan bapak menteri, karena bapak masih di luar negeri, kita akan atur jadwal pertemuan di akhir Mei.” Ujar perwakilan dari bagian Humas Kemendikbud.

Sekian, hanya sedikit yang dapat saya sampaikan. Saya tidak dapat mencatat satu persatu orasi yang dilakukan tadi, karena saya terlalu larut dalam suasana aksi. Terimakasih PKMU telah mengenalkan saya pada lingkungan ini; lingkungan yang membedakan kita dengan siswa, lingkungan yang mungkin berpengaruh ketika seseorang dahulunya menyematkan kata ‘Maha’ didepan kata siswa. Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!

“Bergeraklah, karena salah satu ciri makhluk hidup adalah bergerak. Jika anda tidak bergerak, berarti anda; mati.”

@PuteriSR



Helo, this is my first 'aksi' :)

aksi itu seru ternyata, terimakasih PKMU sudah mengenalkan saya ke dalam lingkup ini.


"Karena diam berarti setuju, dan kami memilih untuk tidak diam" 
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
[Report]
“Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa UNJ tahap 2”

Jakarta (4/05/2015), Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa UNJ tahap 2 dengan tema “Leading the Change” dilaksanakan di desa Pisangan, Karawang berjalan dengan lancar. Acara ini berlangsung selama 3 hari 2 malam. Para peserta diminta untuk berkumpul pada pukul 09.00 WIB di stasiun Jakarta Kota karena kereta tujuan Karawang akan berangkat pada pukul 10.15 WIB. Sesampainya di Stasiun Karawang, peserta laki-laki di persilahkan untuk shalat jum’at. Setelah itu panita sudah menyiapkan angkutan umum untuk membawa peserta ke daerah tujuan selama 2 hari kedepan. Kami menempuh perjalanan selama 2 jam, selama perjalanan kami (kelompok 2) banyak bertukar pendapat dengan bapak seorang supir angkot yang mempunyai pengalaman yang luas terkait daerah Karawang, secara tidak langsung beliau menjadi tour guide kami selama perjalanan menuju lokasi.

“Ini tempat (Rengasdengklok) sangat bersejarah neng, banyak perisitiwa terkait kemerdekaan Indonesia terjadi disini, itu (menunjuk ke kali) dulu banyak orang-orang kita yang ditembak sama Belanda. Disini juga banyak neng Sumber Daya Alamnya, dari pertanian sampai budidaya Bandeng, tapi masyarakat disini belum bisa mengolahnya dengan baik neng, jadi dijual begitu saja sama para penadah dengan harga yang sangat murah”

Acara PKMU ini dibuka oleh Kak Ntis selaku MC, tilawah oleh kak Muham, dan dilanjutkan dengan kata sambutan dari kak Aji selaku Ketua Pelaksana, kak Ronny selaku ketua BEM UNJ, dan bapak Udet Selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan.
“Di PKMU ini merupakan sarana memantaskan diri, memantaskan diri untuk menjadi pemimpin yang baik dan benar, kita semua akan menjadi seorang pemimpin nantinya, baik itu bagi diri sendiri, maupun keluarga” –Ronny Setiawan

Setelah rangkaian pembukaan selesai, dilanjutkan ke acara pertama yaitu pembacaan peraturan dan pembagian home stay untuk beberapa hari kedepan dan dipersilahkan memasak untuk makan malam bersama keluarga masing-masing. Setelah itu, para peserta dikumpulkan di Masjid setempat untuk mendengarkan persentasi dari masing-masing kelompok terkait penugasan kunjungan di Kementrian. Persentasi ini, diawali dengan kelompok 9 yang mempersentasikan tentang Kementrian Sosial, dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Setelah pukul 10.05 WIB para peserta diminta untuk kembali ke home stay masing-masing kelompok untuk beristirahat.

Keesokan harinya acara dilanjutkan kembali setelah para peserta selesai memasak untuk sarapan bersama keluarga, persentasi pun dilanjutkan ke pembahasan selanjutnya yaitu kunjungan ke BEM Universitas atau Institut yang berada di daerah Indonesia, masing-masing kelompok bertugas untuk memaparkan tentang struktur, system regenerasi, kekurangan dan kelebihan yang dimiliki oleh masing-masing yang menjadikan pembeda dengan BEM UNJ. Dan para peserta melanjutkan persentasi kembali mengenai Sistem Tata Kelola yang ada di Kampus, dan setiap kelompok diminta untuk memaparkan tentang struktur, fungsi, kelebihan serta kekurangan yang dimiliki serta solusi kongkritnya.

Acara selanjutnya yaitu Materi Pertama; Kontra Intelejen. Pada materi pertama ini dimoderatori oleh kak Afif (Kadept Sospol BEM FE) dan materi tersebut dibawakan oleh bang Aziz (CEO @SedekahHarian). Berbeda dengan PKMU sebelumnya, materi kali ini di bawakan di alam terbuka, para peserta diminta untuk keluar ruangan dan duduk di hamparan pasir yang berhadapan langsung dengan pantai, diawali dengan cerita singkat perjalanan bang Aziz di kampus tercinta.

Selanjutnya bang Aziz memaparkan tentang Kontra Intelejen itu sendiri, Kontra Intelejen merupakan informasi yang dihargai atas ketepatan waktu dan relevansinya, bukan detail dan keakuratannya. Tugas intel itu sendiri bukan untuk menangkap orang, tetapi hanya untuk mengecek informasi tetapi pada saat ini fungsi intel itu tersendiri berubah alih menjadi seorang yang dengan bebas menyadap informasi seseorang melalui handpone pribadi seseorang. Bang Azis pun memaparkan tentang misi intelejen, tujuan kontra intelejen dan lain sebagainya.

"Kita harus mengingat pesan Bung Karno; jika engkau mencari pemimpin, carilah yang dibenci, ditakuti, atau dicacimaki asing karena itu yang benar. Pemimpin tersebut akan membelamu di atas kepentingan asing itu. Dan janganlah kamu memilih pemimpin yang dipuji-puji asing, karena ia akan memperdayaimu”Ujar bang Aziz sebagai kata pengakhir dari materi ini.


Acara selanjutnya adalah materi kedua, yaitu materi mengenai Public Relations yang akan dimoderatori oleh kak Aziz dan materi tersebut dibawakan oleh Bang Akmal. 

"Hari ini para pemuda dari masing-masing fakultas berkumpul hadir disini, dan yang membedakan antara kalangan muda dan tua adalah semangatnya. Maka kalahkan suara ombak tersebut dengan sambut salam saya; HIDUP MAHASISWA!" Ujar kak Fajri selaku moderator

Pemaparan materi kali ini di awali dengan cerita singkat perjalanan hidup bang Akmal, beliau bercerita bahwa semua orang merupakan guru beliau, dan semua tempat adalah sekolah beliau. Ketika melihat desiran ombak yang beliau ingat adalah amanah, amanah mengenai teman-teman di kampungnya yang selalu menjaga perbatasan agar tidak ada satupun bendera Philiphina yang menancap di Ibu Pertiwi, itu merupakan nasionalisme ala mereka.


“Indonesia was best contry” Ujar bang Akmal. Dan bang akmal mengawali diskusi ini dengan melemparkan pertanyaan “Mengapa hanya dulu? Mengapa tidak sekarang?” kepada para Peserta yang hadir di dalam diskusi tersebut, lalu beberapa peserta menjawab “Karena Indonesia dulu punya pemimpin yang hebat..”

Ya, salah satu yang menjadikan Indonesia hebat adalah pemimpinnya, dulu Indonesia mempunyai pemimpin yang hebat. Tidak ada sejarahnya Pemerintah Amerika mensiagakan pasukannya ketika seseorang datang mengunjungi Amerika. Tidak ada sejarahnya seseorang dapat menunjuk-nunjuk Kepala Negara di PBB. Siapa dia? Siapa yang memunyai kepemimpinan yang hebat seperti itu? Beliau adalah Soekarno.


Semua berawal dari casing, seorang Public Relations berbicara soal casing. Casing merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari. Perlakuan pegawai bank akan berbeda ketika seseorang memakai celana pendek ke bank walau membawa uang satu milliar dibandingkan dengan seseorang yang kebank dengan jas dan berdasi dengan membawa uang seratus ribu rupiah. Jika humas itu merupakan structural, maka Public Relations itu merupakan fungsional. Public Relations lebih kearah kepada bagaimana seorang PR medeliver kebijakan, bagaimana seorang PR bisa mendapat feed back.

Setelah materi kedua selesai para peserta di beri tugas untuk mencari warga sekitar dan bertanya tentang apa arti Pendidikan bagi mereka. Acara selanjutnya yaitu Ramah Tamah kepada para penduduk desa atau keluarga, para peserta diminta untuk memasak makanan yang akan disajikan diacara ramah tamah tersebut. Acara ramah tamah pun dimulai setelah shalat isya di Masjid setempat yang dibuka oleh kak Afif selaku MC, dan dilanjutkan dengan Tilawah, kemudian beberapa sambutan dari kak Ronny dan perwakilan warga setempat. Ketika perwakilan dari warga setempat maju untuk member sambutan, sambutan tersebut terlihat benar-benar keluar dari dalam hati, mereka sangat berharap kami para mahasiswa dapat kembali lagi kesana dan membangun desa tersebut, karena mengingat keadaaan desa tersebut tidak tersentuh oleh Pemerintah setempat.

“Setelah 1 hari kalian tinggal, mungkin kalian sudah melihat banyak kekurangan di sini, Rumah yang terancam kena abrasi, keluarga yang ditinggal istri keluar negeri untuk mencari rezeki. Kami membutuhkan Relawan untuk memutus kemiskinan di desa ini, Kami berharap acara ini bukan hanya seremoinal belaka tetapi kami harap juga ada aksi nyata. Semoga hati kalian dapat tergerak untuk melakukan perubahan disini, kami menunggu kalian disini, ini semua bukan tentang prestis yang akan kami berikan kepada kalian, tetapi ini semua tentang apa yang sudah kalian berikan kepada bangsa ini..” –Abdul Kholik

Kemudian acara ramah tamah ini dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh bapak Abdul dan ditutup oleh MC dan makan bersama para warga. Keesokan harinya para peserta dikumpulkan kembali di Masjid untuk mendengarkan persentasi Kapita Selekta yang dibawakan oleh kak Irvandi Faisal selaku Wakil Ketua BEM UNJ 2015-2016, dan dilanjutkan diskusi terkait rencana strategi yang dibawakan oleh kak Ronny. Acara selanjutnya para peserta dipersilahkan untuk melakukan pengabdian masyarakat dengan berbagi tugas, 3 orang bertugas untuk memasak, 4 orang bertugas untuk membersihkan pantai dan sisanya melakukan pembelajaran sambil bermain untuk anak-anak setempat. Setelah itu, kami dipersilahkan untuk pamit ke keluarga tempat kami menginap dan melakukan dokumentasi bersama. Acara kemudian ditutup dengan do'a.

Pesan moral yang dapat diambil dari PKMU 2 kali ini adalah:

Coba sejenak menundukkan diri, merendahkan hati dan melihat mereka, berapapun mereka berusaha dengan keras kemungkinan besar mereka akan tetap menjadi seperti itu; kurang berpendidikan (beda ceritanya memang, jika Allaah sudah berkehendak). Begitu pula anak dan keturunan mereka nanti, pun seterusnya akan tetap seperti itu. Sedangkan kamu? Boleh jadi kamu saat ini tak punya uang, tugas kuliah & organisasi mu begitu banyak, masalah datang kepadamu bertubi-tubi, tapi setidaknya kamu punya kesempatan yang lebih besar dari mereka untuk berhasil, kamu punya masa depan yang lebih cerah dibanding mereka disana. Mereka tidak punya pendidikan tinggi, sedangkan kamu punya. Mereka tidak punya gadget, sedangkan kamu berlimpah ruah. Mereka selalu makan dengan lauk apa adanya, sedangkan kamu malah sering mengina makanan yang ada. Mereka bersyukur karena bisa bertahan hidup, sedangkan kamu membuang-buang uang untuk sekedar menikmati hidup. Kenapa kamu masih harus malas dan mengeluh disaat orang-orang yang mempunyai keterbatasan masih semangat menjalani hidup? Kamu orang yang beruntung, jadi tidak sepantasnya kamu MENYERAH dan MENGELUH.

Hidup Mahasiswa!


@PuteriSR


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About Me

About Me

Muslimah who loves stalking, DIY craft and writing.

Follow Us

  • Facebook
  • Instagram
  • Linked In
  • Pinterest
  • Twitter
  • Youtube

Categories

Absurd BryanDomani Iqbaal D. Ramadhan Islamic Pengetahuan

Blog Archive

  • ▼  2017 (4)
    • ▼  Agustus (1)
      • “Disebelah kok lebih murah?” #SelfTalk
    • ►  Maret (3)
  • ►  2016 (13)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2015 (4)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (1)
  • ►  2014 (7)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2013 (13)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2012 (12)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2011 (1)
    • ►  Mei (1)

Created with by ThemeXpose